Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Perlahan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia akan tersingkir oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini lantaran terjadi ketidakseimbangan antara penerimaan PSN dan PPPK.

Plt Ketua Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskan, saat ini jumlah PNS tercatat ada sebanyak 3,9 juta dari yang sebelumnya mencapai 4,5 juta orang. Sementara jumlah PPPK ada sebanyak 351 ribu.

”Ke depan, bayangan saya, PNS ini akan turun drastis. Yang banyak adalah PPPK,” ungkapnya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (25/7/2022).

Baca: Jokowi Naikkan Tunjangan Kinerja PNS BKN, Tertinggi Rp 33,24 Juta

Bima menjelaskan PNS nantinya hanya akan diisi oleh pejabat pembuat kebijakan. Sementara PPPK akan diisi oleh pelayanan publik di setiap instansi pemerintah.

Komposisi seperti itu, kata dia, sudah diterapkan di banyak negara. Secara internasional, pembagian tersebut menggunakan terminologi civil servant (PNS) dan government worker (PPPK).

Pihaknya menyebut salah satu negara yang telah menerapkan komposisi tersebut adalah Amerika Serikat (AS). Bahkan, kata dia, di Selandia Baru, pegawai pemerintah semuanya berstatus PPPK.Baca: BKN Ungkap 35 Persen ASN Indonesia Kinerjanya Rendah”Di Amerika itu, police, social workers, teachers, health workers itu PPPK. Di Australi dan New Zealand malah semuanya PPPK," kata Bima.”Mereka hanya mengerjakan pekerjaan berdasarkan project base, kalau sudah selesai mereka bisa keluar atau melanjutkan di project yang lain,” terangnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler