Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap bahwa kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) mempunyai kinerja yang rendah. Bahkan persentasenya mencapai 35 persen.

Pelaksana tugas (Plt) BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, SDM ASN itu seperti “kayu Mati” mereka malas untuk bekerja bahkan performa kinerjanya cukup buruk.

”Jadi yang star, itu hanya 19,82 persen. Bandingkan dengan deadwood (Kayu mati) ini hampir 35 persen. Jadi ASN di Indonesia itu hampir 35 persennya deadwood,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Kamis (21/7/2022).

Baca: Pemkab Kudus Petakan Pegawai Non-ASN, Persiapan Penghapusan Honorer?

”Jadi kita berbicara work class birokrasi, sedangkan SDM-nya seperti itu. Jadi ini paradoks, harus kita segera selesaikan masalah ini. Tentu ini membutuhkan kebijakan yang panjang dan konsisten,” sambungnya.

Bima menyebutkan, ada 4 ciri pekerja yakni star (bintang), workhorse (kuda pekerja), trainee, dan deadwood (pekerja kategori pemalas). Untuk kategori pekerja star, lanjut Bima, kompetensi dan performanya tinggi.

”Tapi, kalau seseorang kompetensinya tinggi tapi performanya rendah dia disebut workhorse. Workhorse itu skill full, tapi dia tidak mau bekerja kalau tidak dicambuk. Kuda itu tahu dia harus bekerja, tetapi harus dicambuk,” jelas dia.
Baca: Dua ASN di Gunungkidul Selingkuh Hingga Punya AnakSelanjutnya, pekerja yang motivasi dan performa tinggi, tapi kompetensinya rendah dia masuk trainee.”Orang-orang seperti ini perlu dikasih kesempatan untuk memiliki kemampuan,” lanjut Bima.Sementara posisi terendah adalah deadwood. Menurutnya, apabila pekerja tersebut kompetensi dan kinerjanya sudah rendah akan seperti kayu mati. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler