Menag Yaqut Minta Maskapai Tak Seenaknya Ubah Jadwal Penerbangan Jemaah Haji
Murianews
Sabtu, 16 Juli 2022 22:46:44
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada pihak maskapai agar tidak seenaknya mengubah jadwal penerbangan jemaah haji. Sebab, hal itu akan berdampak pada jemaah dan berbagai kebutuhan saat pemulangan.
Terbaru, Yaqut mengungkap kalau pihaknya sudah dapat surat perubahan jadwal ke 16 dari maskapai Garuda Indonesia hingga hari ini. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada jemaah haji.
”Bahkan hari ini kita terima surat yang harusnya pulang dari Madinah digeser minta pulang ke Jeddah. Ini butuh waktu persiapan kurang lebih sembilan jam, artinya ini akan mengurangi hak jemaah selama di Madinah selain tentu ada konsekuensi lain terkait pembiayaan," jelasnya, dikutip dari Antaranews, Sabtu (16/7/2022).
Baca: Menag Yaqut Beri Catatan Haji untuk Arab Saudi
”Tidak bisa mengubah-ubah pemberangkatan sesukanya karena ini terkait jamaah dan lain-lain termasuk penganggaran dan konsumsi terutama jemaah yang tidak semudah seperti di Indonesia,” sambungnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan pesan kepada para jemaah haji yang hendak berangkat ke tanah suci (Dok. Tim Humas Kemenag)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada pihak maskapai agar tidak seenaknya mengubah jadwal penerbangan jemaah haji. Sebab, hal itu akan berdampak pada jemaah dan berbagai kebutuhan saat pemulangan.
Terbaru, Yaqut mengungkap kalau pihaknya sudah dapat surat perubahan jadwal ke 16 dari maskapai Garuda Indonesia hingga hari ini. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada jemaah haji.
”Bahkan hari ini kita terima surat yang harusnya pulang dari Madinah digeser minta pulang ke Jeddah. Ini butuh waktu persiapan kurang lebih sembilan jam, artinya ini akan mengurangi hak jemaah selama di Madinah selain tentu ada konsekuensi lain terkait pembiayaan," jelasnya, dikutip dari Antaranews, Sabtu (16/7/2022).
Baca: