10 Provinsi dengan Tingkat Kemiskinan Tinggi, Semuanya Luar Jawa
Murianews
Jumat, 15 Juli 2022 15:44:08
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sebanyak 26,16 juta warga Indonesia yang masuk dalam kategori miskin atau 9,54 persen. Data tersebut tercatat hingga Maret 2022. Tingkat kemiskinan paling tinggi terjadi di 10 Provinsi di Indonesia.
Dibandingkan dengan angka kemiskinan pada 2021, angka tersebut mengalami penurunan tipis, yakni sebanyak 26,50 juta orang per September 2021 atau 9,71 persen.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan penurunan kemiskinan ini ditopang oleh pemulihan ekonomi yang terus membaik. Terlebih, pada kuartal I-2022 perekonomian nasional berhasil tumbuh 5,01 persen.
”Jadi ini sejalan dengan ekonomi yang membaik. Ekonomi membaik, kemiskinan turun,” ujarnya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (15/7/2022).
Baca: Strategi Ganjar Entaskan Kemiskinan lewat UMKM Dinilai Jitu
Margo juga menjelaskan bahwa tingkat kemiskinan tersebut paling banyak adalah dari luar Pulau Jawa. Bahkan ada 10 provinsi yang paling banyak menyumbang angka kemiskinan di Indonesia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi kemiskinan (Freepik)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sebanyak 26,16 juta warga Indonesia yang masuk dalam kategori miskin atau 9,54 persen. Data tersebut tercatat hingga Maret 2022. Tingkat kemiskinan paling tinggi terjadi di 10 Provinsi di Indonesia.
Dibandingkan dengan angka kemiskinan pada 2021, angka tersebut mengalami penurunan tipis, yakni sebanyak 26,50 juta orang per September 2021 atau 9,71 persen.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan penurunan kemiskinan ini ditopang oleh pemulihan ekonomi yang terus membaik. Terlebih, pada kuartal I-2022 perekonomian nasional berhasil tumbuh 5,01 persen.
”Jadi ini sejalan dengan ekonomi yang membaik. Ekonomi membaik, kemiskinan turun,” ujarnya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (15/7/2022).
Baca: