Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil para aktivis 1998 ke Istana Negara, Jumat (15/7/2022). Mereka dipanggil untuk membahas sejumlah hal, salah satunya adalah terkait agraria.

Terkait undangan tersebut, Adian Napitupulu yang merupakan aktivis 1998 dan juga politikus PDIP. Dia membenarkan bahwa pertemuan itu membahas tentang agraria. Dia juga mengatakan mengatakan bahwa ada orang lain yang juga turut diundang oleh Jokowi.

”(Yang menghadap Jokowi) saya, Mustar, Pendi dan Musa. Persatuan Nasional Aktivis 1998,” katanya, dikutip dari detik.com, Jumat (15/7/2022).

Baca: Jokowi Sumbang 2 Sapi Kurban di Solo, Segini Bobotnya

Selain masalah agraria, pertemuan tersebut juga membahas tentang perekonomian saat ini, termasuk juga resesi global.

”Pak presiden memberikan data bahwa per hari ini secara ekonomi justru kita jauh lebih bagus dibanding banyak negara lainnya,” tuturnya.
Jokowi, kata Adian, juga meminta para aktivis membantu permasalahan tanah. Jokowi meminta aktivis aktif berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN.Baca: Jokowi Sumbang 2 Sapi Kurban di Solo, Segini Bobotnya”Presiden juga meminta kami aktif mengkoordinasikan info-info terkait persoalan rakyat dengan kementrian termasuk kementrian pertanahan/BPN,” pungkasnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News