Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Hari ini matahari akan melintas tepat di atas Kakbah atau dalam ilmu falak dikenal dengan istilah Rashdul Qiblah. Fenomena alam ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meluruskan arah kiblat atau arah kiblat.

Cara meluruskan arah kiblat pada saat matahari tepat melintas di atas Akakbah ini merupakan cara yang cukup sederhana dan akurat. Sebab tidak membutuhkan pengetahuan khusus dan hanya membutuhkan informasi.

Peneliti Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang mengatakan, fenomena Rashdul Qiblah ini terjadi ketika deklinasi Matahari bernilai sama atau kecil selisihnya dengan lintang geografis Kakbah.

”Hal ini terjadi karena sumbu rotasi Bumi mempunyai kemiringan 6º34' terhadap bidang edar Bumi (atau ekliptika), sehingga mengalami pergerakan semu tahunan yang bervariasi antara -23º26' terhadap khatulistiwa,” terang Andi, seperti dikutip dari situs Edukasi Sains Antariksa BRIN, Jumat (15/7/2022).

Baca: Matahari Melintas Tepat di Atas Kakbah Hari Ini dan Besok, Saatnya Cek Arah Kiblat

Berikut langkah-langkah untuk menentukan arah kiblat menggunakan Kulminasi Agung:

1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, dengan mencari lokasi yang rata dan terkena cahaya matahari.

2. Gunakan benda atau tongkat yang lurus, bisa juga menggunakan benang berbandul.3. Siapkan jam yang telah dikalibrasikan atau dicocokkan dengan waktu BMKG.4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan benar-benar tegak lurus (90 derajat dari permukaan tanah) atau gantungkan benang berbandul.5. Tunggu hingga waktu rashdul qiblah tiba, lalu amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut.6. Setelah itu, tandai ujung bayangan dan tarik garis lurus dengan pusat bayangan, baik tongkat atau bandul. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kemenag.go.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler