Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) akan membatasi pembelian pertalite hingga solar. Hal ini dilakukan agar konsumsi BBM bersubsidi itu tidak melebihi kuota yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, saat ini pemerintah sedang melakukan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 untuk menentukan kriteria kendaraan yang berhak untuk menggunakan BBM Bersubsidi.

Dia menegaskan, Pertamina harus menjaga kuota BBM bersubsidi, agar tidak over kuota. Apalagi berdasarkan data Kementerian Keuangan, sebanyak 40 persen penduduk miskin dan rentan miskin hanya mengkonsumsi 20 persen BBM, tetapi 60 persen teratas mengkonsumsi 80 persen BBM Subsidi.

”Pertamina harus memastikan bahwa BBM Subsidi dipergunakan oleh segmen masyarakat yang berhak dan kendaraan yang sesuai ketentuan," katanya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (9/7/2022).

Baca: Ini Harga Pertalite, Solar dan Pertamax Jika Tidak Disubsidi Pemerintah

Nicki juga mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih menyangga subsidi BBM dengan jumlah yang cukup tinggi. Untuk pertalite saja, pemerintah masih memberikan subsidi sebesar Rp 9.550 per liter. Kemudian untuk pertalite, pemerintah menyubsidi hingga Rp 5.450 per liter.
Sebelumnya, Presiden Jokowi juga menghawatirkan apabila subsidi BBM ini terus dilakukan. Bahkan dia menilai anggaran APBN bisa jebol apabila minyak dunia terus meroket.Baca: Curhat Jokowi Soal Subsidi Pertalite yang Bisa Buat APBN Jebol”Negara kita ini masih tahan untuk tidak menaikkan yang namanya Pertalite. Ini kita masih kuat dan kita berdoa APBN kita masih kuat memberikan subsidi. Kalau sudah tidak kuat mau bagaimana lagi, ya kan?” tutur Jokowi. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler