Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Maskapai terbesar di Inggris, British Airways membatalkan 650 penerbangan pada masa libur musim panas ini. hal ini lantaran terjadi lonjakan penumpang hampir diseluruh maskapai penerbangan.

Penerbangan yang dibatalkan oleh BA merupakan 14% dari penerbangan terjadwal di bandara Gatwick dan 7% dari jadwal di Heathrow. Total dari jumlah penerbangan yang dipangkas sebanyak 650 penerbangan.

Tidak hanya itu, pemangkasan dari bandara juga dilakukan. Seperti halnya di Bandara Heathrow lebih dari 76.000 jatah kursi dipangkas dan Gatwick sebanyak 29.400 kursi. Pemangkasan dilakukan untuk penerbangan menuju 70 destinasi.

Dilansir dari detik.com, seorang juru bicara dari British Airways mengatakan bahwa industri penerbangan sedang mengalami masa paling 'menantang' sepanjang sejarah. Dikatakan menantang lantaran jumlah penerbangan tahun ini merupakan yang paling tinggi dari sebelumnya.

Baca: Don Mueang, Bandara Besar Thailand yang Mulai Terlupakan

Namun, baik bandara maupun maskapai tidak bisa memberangkatkan semua jadwal penerbangan lantaran, sehingga perlu adanya pengurangan.

”Seluruh pelaku industri penerbangan terus menghadapi fase paling menantang sepanjang sejarah. Sayangnya, perlu dilakukan pengurangan lebih lanjut," kata juru bicara tersebut.

Menurutnya, dengan adanya pembatasan penerbangan secara terperinci ini akan memudahkan pihak British Airways untuk mengkonsolidasikan jadwal-jadwal penerbangan yang cukup sepi ke penerbangan yang lebih ramai. Sehingga British Airways tetap dapat menjaga lebih banyak penerbangan hariannya.

Pembatalan penerbangan kini menjadi hal yang umum didengar sepanjang masa libur musim panas tahun ini. Tidak hanya di Inggris saja. Karena lonjakan perjalanan terjadi secara merata hampir di seluruh dunia.
Namun, pembatalan jadwal penerbangan itu lantaran kelalaian oleh pihak bandara. Sebab. Di bandara sendiri hingga saat ini masih kekurangan staf maskapai dan staf bandara. Selain itu, terdapat penjualan yang berlebihan untuk memenuhi permintaan penumpang.Baca: Catat! Ini Aturan Terkini Perjalanan ke Luar Negeri di Bandara YIAChief Executive dari PC Agency (konsultan perjalanan) Paul Charles memperingatkan bahwa pembatalan penerbangan kemungkinan akan lebih banyak terjadi di bulan Agustus.Seorang juru bicara Departemen Transportasi mengatakan bahwa maskapai harus bisa menawarkan jadwal realistis yang bisa mereka laksanakan.”Kami telah meminta industri penerbangan untuk mengembangkan jadwal yang bisa dilaksanakan secara realistis selama musim panas dan kami menyambut rencana yang dapat memberikan kepastian sejak awal pada penumpang. Dibandingkan dengan pembatalan di menit terakhir," kata narasumber tersebut.Ia juga menambahkan bahwa maskapai harus menawarkan penumpang opsi untuk memesan ulang. Serta menginformasikan mengenai pengembalian dana serta hak kompensasi penumpang. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com, BBC.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler