Jelang Wukuf Arafah, Petugas Kesehatan Siap Kawal Jemaah Risiko Tinggi
Murianews
Kamis, 7 Juli 2022 05:43:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah dan puncak pelaksanaan Haji, Pusat Kesehatan Haji dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan akan melakukan pengawalan khusus bagi 30 jemaah haji risiko tinggi (risti). Hal itu dilakukan untuk menekan tingkat kematian atau sakit jemaah haji tahun ini.
”Ingat formasi 30 jamaah risti harus dikawal ketat,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana, dikutip dari Kompas.com, Kamis (7/7/2022).
Pengawalan itu dilakukan dengan memastikan 30 jemaah risti dimaksud berada satu tenda dengan para tenaga kesehatan haji (TKH) kelompok terbang. Diharapkan TKH dapat melakukan pemantauan secara rutin terhadap kepatuhan jemaah dalam mengkonsumsi obat rutin secara teratur.
Baca: Begini Kronologi Ribuan Calon Jemaah Haji Furoda Gagal ke Tanah Suci
Selain itu, TKH juga dapat memastikan jemaah haji risti tidak melakukan aktivitas yang terlalu banyak di luar tenda. Ketika keluar tenda jemaah harus dipastikan berbekal alat pelindung diri yang lengkap, seperti payung, kacamata hitam, dan alat semprot wajah.
Budi mengatakan, sampai saat ini belum ada informasi 30 jemaah haji yang memang masuk kelompok risti yang meninggal dunia. Menurutnya, pemantauan ketat 30 jemaah haji risti akan memudahkan pada tenaga kesehatan kloter untuk melakukan monitoring terhadap kondisi jemaah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Foto: Ilustrasi jemaah haji di Arafah (Yasir Gürbüz dari Pixabay)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah dan puncak pelaksanaan Haji, Pusat Kesehatan Haji dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan akan melakukan pengawalan khusus bagi 30 jemaah haji risiko tinggi (risti). Hal itu dilakukan untuk menekan tingkat kematian atau sakit jemaah haji tahun ini.
”Ingat formasi 30 jamaah risti harus dikawal ketat,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana, dikutip dari Kompas.com, Kamis (7/7/2022).
Pengawalan itu dilakukan dengan memastikan 30 jemaah risti dimaksud berada satu tenda dengan para tenaga kesehatan haji (TKH) kelompok terbang. Diharapkan TKH dapat melakukan pemantauan secara rutin terhadap kepatuhan jemaah dalam mengkonsumsi obat rutin secara teratur.
Baca: