Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Batam – Dunia perfilman tanah air akan menghadirkan serial horor “Losmen Melati” yang bisa membuat penonton merinding. Film yang diproduksi oleh Infinite Studios dengan CATCHPLAY+ ini, baru saja menyelesaikan proses produksi selama 50 hari di Batam, Kelupauan Riau (Kepri).

Rencananya, serial horor yang disponsori oleh PR Sukun Kudus itu akan tayang perdana pada akhir tahun ini.

”Seri baru sebanyak 10 episode yang mendebarkan ini akan bisa disimak melalui platform streaming OTT, CATCHPLAY+ pada kuartal akhir tahun 2022,” kata Mike Wiluan, sutradara sekaligus CEO Infinite Studios dalam peluncuran serial 'Losmen Melati' di Batam, dikutip dari Batamnews.co.id, Senin (7/4/2022).

Mike menceritakan, dalam serial Losmen Melati itu fokus pada bangunan yang berada di sebuah perkebunan. Bangunan itu merupakan peninggalan Belanda yang penuh dengan misteri.

Baca: Mengenang Novel Lupus yang Jadi Favorit Remaja Era 80-an dan Tren Mengunyah Permen Karet

Losmen itu, lanjut Mike, dikelola oleh Melati. Agar banyak pengunjung yang menginap, Melati yang mempunyai ilmu supranatural, menggunakan cara-cara gaib untuk memikat para pengunjung itu.

Puncaknya, para tamu yang semula merasakan kenyamanan saat kali pertama masuk di Losmen, justru malah merasakan hal yang aneh dan tidak wajar. Bahkan para pengunjung itu sering dijumpai olah makhluk halus, tak sedikit pula yang menganggunya.

”Losmen Melati melompati empat periode waktu yang berbeda mulai dari tahun 1900, 1917, 1927 dan 1997. Ini merupakan merupakan karya sinema yang menggabungkan banyak adegan teknis dengan melibatkan aksi, efek khusus, make-up, dan efek visual,” imbuhnya.
Sedikitnya ada 500 adegan yang dihasilkan dalam proses produksi selama 50 hari yang mencakup interior dan eksterior. Sedangkan 150 adegan lainnya tersebut berbasis efek visual.Baca: Film KKN di Desa Penari Diputar di Kudus, Ini Jam Tayang dan Harga TiketnyaSelain Mike, sutradara muda Billy Christian juga terlibat dalam produksi film ini. Ia mengungkapkan, serial Losmen Melati mencoba merepresentasikan keberagaman budaya Indonesia di setiap episodenya. Karena itu, melalui serial Losmen Melati ini pihaknya juga ingin menyampaikan keberagaman itu,”Indonesia kaya akan berbagai budaya berisi cerita-cerita rakyat yang berhubungan dengan dunia supranatural. Serial horor ini merupakan cara untuk mengajak penonton Indonesia mengenal budaya sendiri dengan cara yang populer, melalui film,” terangnya.”Kehadiran mahkluk unik khas Indonesia serta mantra-mantra Jawa merupakan salah satu upaya kami menunjukkan sisi supranatural nusantara,” sambung Billy. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Batamnews.co.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler