Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Pemerintah akan kembali membuat kebijakan mewajibkan vaksinasi booster bagi masyarakat. Terutama untuk mencegah persebaran Covid-19, sebab saat ini kasusnya mengalami peningkatan.

Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, di tengah kasus Covid-19 kembali meningkat, pemerintah mensyaratkan wajib booster untuk kegiatan atau aktivitas berskala besar seperti konser. Kebijakan tersebut akan diperluas untuk memasuki fasilitas publik.

Ia mengisyaratkan wajib booster di fasilitas publik bakal diterapkan dalam waktu dekat.

”Saat ini untuk kegiatan masyarakat berskala besar sudah mensyaratkan untuk vaksin wajib booster bagi pesertanya, dan ke depannya akan segera menjadi persyaratan juga untuk dapat memasuki fasilitas publik," terang Wiku, dikutip dari detik.com, Sabtu (2/7/2022).

Baca: Kudus Kembali Genjot Vaksinasi Booster

”Untuk itu mohon segera melakukan vaksin booster dan ajak seluruh keluarga dan kerabat untuk segera melakukannya,” sambung dia.
Wacana wajib vaksin booster di fasilitas umum atau publik sebelumnya sudah diutarakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Secara spesifik, ia menyebut ketentuan tersebut bisa diterapkan sebagai syarat masuk mal, tetapi masih dalam pembahasan bersama.”Paling ampuh untuk vaksin itu dua, wajib perjalanan dan wajib mal, itu akan tinggi aktivitasnya. Sebenarnya tadi sudah diusulkan, tapi diskusi kita lihat dulu, kan (rapat) dua minggu sekali,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.Dikutip dari vaksin.kemkes.go.id, baru 24,38 persen yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 booster dari total sasaran, atau sekitar lebih dari 50 juta orang. Penulis: Cholis Anwareditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler