Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan kepada Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zuhas), untuk secepatnya menyamakan harga minyak goreng curah Rp 14.000 per liter.

Hal itu lantaran Jokowi banyak menerima laporan bahwa masih ada harga minyak goreng curah di atas ketentuan pemerintah. Sehingga pihaknya akan lebih cepat untuk mengambil sikap.

”Tadi menanyakan ke Pak Menko Maritim dan Investasi, dan Mendag yang baru, masih minta waktu 2 minggu sampai 1 bulan,” katanya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Baca: Luhut: Beli Minyak Goreng Curah Harus Scan QR Code

”Saya kira secepatnya, agar harga (minyak goreng curah) tercapai agar terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.

Jokowi juga tidak ingin harga minyak goreng ini terus menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Apalagi komoditas pangan yang lain juga turut mengalami kenaikan.

Sejak akhir Mei 2022, Luhut ditugaskan Presiden Jokowi untuk mengatasi sengkarut kelangkaan minyak goreng, dan kenaikan harga bahan pokok tersebut. Sementara, Zulhas selaku Menteri Perdagangan (Mendag), menjadi menteri penanggung jawab perkembangan harga barang dan jasa.Baca: Luhut Hapus Minyak Goreng Curah Secara Bertahap, Dianggap Kurang HigienisUntuk komoditas pangan lainnya, Presiden meminta dilakukan peningkatan kapasitas produksi. Ia meminta masing-masing daerah menambah kapasitas produksi untuk komoditas pangan, khususnya komoditas pangan yang menjadi khas daerah masing-masing.”Peningkatan produksi besar-besaran baik itu dari petani, korporasi, BUMN. Semua harus ditingkatkan jangan mengikuti rutinitas harian,” katanya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Youtube Sekretariat Presiden

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler