Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak investor jerman untuk membangun industri dengan teknologi tinggi di Indonesia.
Jokowi mencontohkan, pabrik itu bisa berupa pembuatan cip semikonduktor untuk mendukung rantai pasok kendaraan bermotor.
Orang nomor satu di Indonesia itu menilai, sejauh ini pabrik pembuatan cip tersebut hanya dikuasai oleh beberapa negara. Sehingga pasokan untuk cip secara global masih tergantung pada beberapa negara.
Yang dikhawatirkan, apabila terjadi krisis seperti dua tahun belakangan, tentu dampaknya akan sangat besar.
Baca: Jokowi Sambut Kunjungan Presiden Republik Federal Jerman
”Saya mengajak industri Jerman untuk mengembangkan pabrik semikonduktor di Indonesia,”kata Jokowi dalam konferensi pers bersama Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier, Kamis (16/6/2022).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Presiden Jerman saat memberikan sambutan dalam kunjungan kenegaraan di indonesia (tangkapan Layar)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak investor jerman untuk membangun industri dengan teknologi tinggi di Indonesia.
Jokowi mencontohkan, pabrik itu bisa berupa pembuatan cip semikonduktor untuk mendukung rantai pasok kendaraan bermotor.
Orang nomor satu di Indonesia itu menilai, sejauh ini pabrik pembuatan cip tersebut hanya dikuasai oleh beberapa negara. Sehingga pasokan untuk cip secara global masih tergantung pada beberapa negara.
Yang dikhawatirkan, apabila terjadi krisis seperti dua tahun belakangan, tentu dampaknya akan sangat besar.
Baca: