Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang saat ini sudah masuk ke Indonesia.  Terlebih, saat ini situasinya juga masih pandemi.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 itu tingkat keparahannya lebih rendah. Selain itu juga mempunyai gejala yang ringan, bahkan mungkin tidak bergejala.

”Namun kita sikapi sebagai bagian kita tetap waspada karena kita masih masa pandemi," ujar Syahril, dikutip dari Antara, Selasa (14/6/2022).

Baca: Kemenkes Ungkap 4 Kasus Baru Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Bali

Ia mengemukakan, dari 23 negara yang melaporkan munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, tidak terjadi gejala ataupun lonjakan yang signifikan. Tidak seperti pada saat muncul varian awal Delta maupun Omicron yang memunculkan lonjakan luar biasa.

Lebih lanjut, virus Covid-19 dapat terus bermutasi sehingga disiplin protokol kesehatan serta melengkapi vaksinasi di masyarakat perlu terus dilakukan.

”Virus ini bermutasi terus mulai dari varian Alpha, Delta sampai ke Omicron. Mutasi ini merupakan alami dari suatu makhluk hidup, maka itu kita tingkatkan imunitas kita, kemudian meningkatkan protokol kesehatan,” tuturnya.
Baca: Menkes Sebut Omicron Siluman Mendominasi di IndonesiaIa menambahkan, dua subvarian itu juga memiliki penurunan kemampuan terhadap terapi antibodi monoklonal. Selain itu juga mampu untuk menghindar atau lolos dari kekebalan yang sudah ada pada seseorang, baik dari vaksinasi atau kekebalan secara alamiah.”Yang mungkin perlu kita waspadai yaitu immune escape, artinya dia menghindar dari imunitas seseorang,” paparnya.Oleh karena itu, lanjut dia, disiplin protokol kesehatan tetap harus dilakukan mengingat pasien BA.4 dan BA.5 di Indonesia sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Antara

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler