Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Jemaah haji Indonesia mulai menunaikan umrah wajib di Masjidil Haram yang menjadi rangkaian dari ibadah Haji Tamattu, Senin (13/6/2022). Tercatat ada 358 jemaah asal Pati, Jawa Tengah yang tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Solo (SOC 1).

Mereka tampak mulai memadati area tawaf (mathaf) di depan Kabah sekitar pukul 03.00 waktu Arab Saudi (WAS). Sebelumnya, mereka telah mengambil miqat dari Masjid Bir Ali, Madinah.

”Ini dari embarkasi Solo, yang sebanyak 358 jemaah. Tadi tiba pukul 03.00 di antar dengan Bus Shalawat dari Hotel Kiswah-Jarwal. Sebelumnya dijadwalkan pukul 01.00 tapi mundur,” katanya, dikutip dari laman Kementerian Agama.

Baca juga: Ini yang Harus Dilakukan Jemaah Haji jika Lupa Arah Pulang ke Hotel saat di Madinah, Jangan Panik

Sebelumnya, Konjen RI di Jeddah Eko Hartono mengatakan, kehadiran jemaah SOC 1 ini menandai dimulainya fase kedatangan jemaah di Makkah.

”Ini rombongan pertama jemaah kita yang bergerak dari Madinah menuju ke Makkah," kata Eko di Hotel Kiswah saat penyambutan jemaah haji Indonesia.

”Ini adalah kloter pertama yang datang ke Madinah pada 4 Juni 2022. Mereka dari embarkasi Solo. Kami juga menyambut rombongan pertama ini,” sambungnya.
Eko Hartono berharap jemaah dapat beribadah dengan baik. "Semoga tetap diberikan kesehatan sehingga ibadah haji mereka bisa berjalan dengan baik," harapnya.Eko juga mengingatkan bahwa haji adalah ibadah fisik. Karenanya, semangat beribadah harus diimbangi dengan kemampuan menjaga diri. Apalagi, saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.”Meski pandemi Covid-19 mereda, tetap hati-hati agar kita tidak tertular. Perlu kedisiplinan jemaah. Jaga stamina. Jika tidak diperlukan jangan berkerumun,” pesan Eko.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: kemenag.go.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler