Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Wakatobi – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan gerkait bahaya sengketa lahan yang menurutnya sering terjadi. Bahkan Ia mengungkap, setiap kali datang ke daerah, selalu ada laporan kasus sengketa lahan.

Jokowi mengatakan, sengketa lahan merupakan persoalan yang sangat berbahaya. Karena sengketa lahan, orang bisa saling membunuh dan pedang-pedangan.

"Bahaya loh yang namanya sengketa lahan dan tanah. Bahaya banget. Orang bisa bunuh-bunuhan, bisa pedang-pedangan gara-gara sengketa lahan. Antarkampung bisa berantem gara-gara sengketa lahan. Rakyat dan perusahaan bisa berantem karena sengketa lahan. Hati-hati, ini hati-hati," kata Jokowi dalam acara GTRA Summit 2022 di Wakatobi, seperti disiarkan langsung melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (9/6/2022).

Baca: Jokowi Minta BPN Agar Penerbitan Sertifikat Tanah Bisa Hitungan Jam 

Jokowi mengatakan urusan sengketa lahan di tengah masyarakat bisa memberikan dampak sosial dan ekonomi yang luar biasa.

Namun, apabila masyarakat sudah mendapatkan dan memegang sertifikat, itu bisa untuk mengakses permodalan mereka.

"kalau sudah pegang yang Namanya sertifikat,  Ini bisa memberikan trigger kepada ekonomi karena bisa dipakai untuk kolateral, bisa dipakai untuk jaminan, untuk mengakses permodalan ke bank, ke lembaga keuangan. Hati-hati. Persoalan yang tidak bisa kita selesaikan merembetnya bisa ke sosial, bisa merembet ke ekonomi," ujar JokowiBaca: Sidang Kasus Sengketa Lahan di PLTU Tanjung Jati B, Tergugat Ajukan Bukti IpedaKarena itu, dia sudah mengingatkan dan memerintahkan sejak tahun 2015 pentingnya sertifikat tanah bagi masyarakat. Sertifikat tanah, kata Jokowi, penting untuk mencegah terjadinya sengketa lahan."Karena kita lihat tumpang tindih pemanfaatan lahan harus diselesaikan. Tidak boleh lagi ada sengketa lahan. Karena tiap saya ke daerah ke kampung selalu persoalan sengketa lahan dan tanah selalu ada," ucapnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Youtube Sekretariat Presiden

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler