Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada kementerian pertanian (kementan) Nasrullah mengaku sebanyak 17 juta hewan ternak di Indonesia akan dilakukan suntik vaksin. Vaksinasi tersebut akan dilakukan hingga dosis ketiga.

Namun, rentan waktu penyuntikan akan dilakukan pada tahun yang berbada. Hal ini lantaran ketersediana vaksin yang masih belum mencukupi apaila dilakukan penyuntikan secara serentak pada tahun ini.

“Dua kali penyuntikan pada tahun 2022 dan satu kali pada tahun 2023, sehingga kebutuhan vaksin di 2022 ini sekitar 27,2 juta dosis," kata Nasrullah, dikutip dari Antara, Rabu (8/6/2022).

Nasrullah mengatakan pengadaan vaksin PMK berasal dari dana pencegahan penyakit pada Ditjen PKH untuk membiayai 800 ribu dosis vaksin. Sementara untuk menutupi kekurangan vaksin sisanya sebanyak 2,2 juta dosis dilakukan refocusing anggaran dari Sekretariat Jenderal Kementan.

Baca: Wabah PMK Meluas, Kementan Impor vaksin 3 Juta Dosis

Dia menjelaskan, data Kementerian Pertanian per 6 Juni 2022 menyebutkan jumlah hewan ternak yang sakit terjangkit PMK sebanyak 81.800 ekor pada 163 kabupaten-kota di 18 provinsi Indonesia.

Dari total hewan yang sakit tersebut sebanyak 28.528 ekor telah sembuh, 607 ekor dilakukan pemotongan bersyarat, dan 524 ekor mati. Sedangkan hewan ternak yang belum sembuh sebanyak 52.211 ekor.Baca: Setop PMK, Ganjar Buka Posko dan Bentuk Jogo Ternak Karena itu, saat ini pihaknya sedang mengupayakan untuk mengimpor vaksin darurat dari Prancis sebanyak 3 juta dosis. Vamsin tersebut akan disuntikkan kepada hewan ternak yang sudah terpapar PMK.Selain pengadaan vaksin PMK dari Prancis, vaksin juga akan didapatkan dari Badan Pangan Dunia (FAO) yang estimasi kedatangannya pada 12 Juni, kerja sama dengan Australia sebanyak 500 ribu hingga 1 juta dosis pada 1 Juli, impor vaksin dari Brasil 100 ribu dosis, dan dari Selandia Baru 100 ribu dosis. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Antaranews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler