Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas merespon adanya laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait dugaan adanya pemotongan Dana Operasional Pesantren (BOP) di lingkungan Kemenag.

Yaqut pun mengaku tidak mengerti tentang dana BOP tersebut. Ia mengaku, dugaan penyelewengan itu tidak terjadi pada masa dirinya menjabat, melainkan kepimpinan sebelumnya.

"Sebenarnya secara historis saling terputus. Jadi, secara kesejarahan ini saya enggak mengerti nih BOP. Tapi biarlah orang lain berpesta saya yang mencuci piring. Tidak ada masalah, karena ini konsekuensi," kata Yaqut, dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (4/6/2022).

Baca: DPR Minta Kemenag Akhiri Praktik Pemotongan BOP

Ia pun menegaskan bakal melaporkan jajaran Kemenag yang melakukan pelanggaran kepada aparat penegak hukum. Yaqut menilai pelajaran terhadap BOP cukup menyakitkan dan tak boleh terulang.

"Jangan mereka membutuhkan, mendapatkan anggaran sedikit itu pun masih harus dipotong. Saya kira itu kejam dan ya kalau dihukum setimpal ya sudah pantaslah itu," tegas dia.

Wakil Koordinator ICW Agus Sunaryanto mengungkapkan oknum partai politik di Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, memotong dana BOP. Tak tanggung-tanggung, dana dipotong 30 persen dengan dalih sumbangan untuk masjid.

Baca: Laporan ICW: Oknum Parpol diduga Potong BOP untuk PesantrenAgus tidak mengungkapkan secara detail identitas oknum tersebut maupun partai politiknya. Hanya saja, ia mengatakan oknum itu dibantu tim sukses Pileg 2019 untuk mengoordinasikan beberapa pondok pesantren di Labuhanbatu dan Padang Lawas."Berdasarkan penjelasan informan didapatkan informasi oknum tersebut memang sudah sering mengoordinasi hibah bantuan pondok pesantren," ujarnya.Selain oknum partai politik, ICW juga menemukan praktik lain yang dilakukan oleh pihak ketiga terkait pencairan dana BOP. Tidak hanya membantu mengurus pencairan dana tersebut, melainkan juga mengurus laporan pertanggungjawaban penggunaan dana."Artinya, ada kemungkinan laporan penggunaan dana BOP yang disampaikan pondok pesantren merupakan laporan fiktif," imbuhnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler