Masalah Minyak Goreng Belum Selesai, DPR Usul Kemendag dan Kemenperin Digabung
Murianews
Jumat, 3 Juni 2022 16:21:12
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
[caption id="attachment_290698" align="alignleft" width="880"]
Presiden Jokowi saat menyampaikan pasokan minyak goreng (tangkapan layar)[/caption]MURIANEWS, Jakarta – Hingga saat ini, masalah minyak goreng belum rampung. Harga minyak goreng di pasaran masih relatif tinggi. Bahkan untuk minyak goreng curah yang sebelumnya sudah mendapatkan subsidi dan kemudian dicabut, saat ini harganya juga masih selangit.
Karena itu, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggabung kembali Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Menurut dia, meski kebijakan yang diambil pemerintah sudah final, namun kebijakan tersebut gagal mengendalikan ketersediaan dan harga minyak goreng di pasaran.
"Kita membutuhkan kelembagaan yang efektif untuk mengawal berbagai kebijakan migor yang ada. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut lebih dari 10 bulan," ujar Mulyanto, dikutip dari Jurnas.com, Jumat (3/6/2022).
Baca: Polda Jateng Bongkar Peredaran Minyak Goreng Ilegal di Banyumas
Mulyanto menambahkan, terkait pengendalian gonjang-ganjing migor ini, Pemerintah telah melakukan berbagai eksperimen kebijakan secara trial by error serta gonta-ganti dan buka-tutup. Tapi semua kebijakan tersebut tidak ada yang berhasil. Harga minyak goreng masih mahal.
"Coba saja lihat kebijakan DMO, kebijakan sub
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



