Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil LKPP yang cenderung ribet untuk mengeluarkan produk Standar Nasional Indonesia (SNI). Bahkan Jokowi menegur agar LKPP tidak mematok semua barang yang ada dalam negeri harus standar SNI.

Apalagi untuk produk lokal dan kecil tentunya akan sangat sulit untuk mendapatkan standar SNI. Seperti produk makanan lokal buatan warga di desa. Apabila semuanya harus SNI, maka produk-produk lokal tidak akan bisa masuk e-katalog.

"Sudah saya sampaikan kepada kepala LKPP jangan ruwet-ruwet seperti dulu lah. Semua produk harus SNI, semua produk harus SNI, yang kecil-kecil mana bisa. Produk-produk lokal mana bisa kalau diminta SNI semuanya," ujar Jokowi dalam acara Evaluasi Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, dilansir dari kanal youtube Sekretariat Presiden, Selasa (24/5/2022).

Baca: Jokowi Minta Uang Rakyat Jangan Dibelanjakan Produk Impor

Dia mengatakan saat ini tak semua produk harus SNI. Dia menyebut produk SNI hanya yang berhubungan dengan keselamatan seperti helm dan kabel listrik.

"Sekarang tidak wajib, sekarang yang wajib hanya barang-barang yang berkaitan dengan keselamatan itu harus SNI, contoh helm," ucapnya.

Jokowi mengaku heran jika batu bata diminta SNI. Menurutnya, hal itu tidak masuk akal.
baca: Jokowi Disinyalir Beri Dukungan ke Ganjar untuk Capres 2024"Tapi batu bata masa minta SNI, kapan mereka bisa masuk ke e-katalog, nggak mungkin. logika-logika kita ini kadang nabrak-nabrak. Batu diminta SNI, pasir diminta SNI," ucapnya.“Sejak dulu e-Katalog kita hanya 52 ribu yang masuk kebanyakan impor dengan model aggregator, ini yang harus dihindari," imbuh Jokowi.Saat ini, lanjut Jokowi, produk lokal yang masuk dalam e-Katalog sudah mencapai 340 produk. Ia menargetkan ke depan produk lokal yang masuk dalam e-Katalog bisa mencapai 1 juta produk. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Youtube Sekretariat Presiden

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler