Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan harga minyak goreng lokal mengalami kenaikan. Hal itu dikarenakan harga minyak dunia yang tengah melangami kenaikan.

"Karena harga internasional tinggi, semua negara mengikuti ketarik ke sana. Karena harga minyak goreng di Eropa, di Amerika naiknya tinggi, harga di dalam negeri ketarik," kata Jokowi, dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (21/5/2022).

Jokowi menuturkan, setelah mencoba berbagai kebijakan untuk menjaga harga di dalam negeri tetap stabil, pemerintah memutuskan menyetop ekspor bahan baku minyak goreng atau crude palm oil (CPO) serta produk minyak goreng sejak 28 April.

Baca: Pemerintah Tugaskan Bulog Distribuskan 19.400 Ton Minyak Goreng Curah Per Bulan

Kendati demikian, kebijakan larangan ekspor CPO itu juga tidak mudah dijalankan. Sebab, keputusan tersebut juga berdampak terhadap berbagai hal. Termasuk jutaan petani sawit yang mengeluh lantaran panen sawit tidak mampu terserap secara maksimal.

"Selain urusan petani pekerja di sawit, juga urusan income negara. Pajak dari sawit, bea ekspor dari sawit, bea keluar dari sawit, PMBP dari sawit, itu gede sekali, kurang lebih 60 sampai 70 triliun, besar sekali. Padahal APBN sangat membutuhkan penerimaan negara," jelasnya.

Jokowi mengklaim kunci atau solusi permasalahan minyak goreng telah ditemukan. Karena itu, dia mengatakan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan diharapkan harga minyak goreng curah di pasaran akan berada di angka Rp14 ribu.Baca: Jokowi Buka Keran Ekspor Minyak Goreng Pada 23 Mei 2022Dalam kesempatan itu, Jokowi pun membandingkan harga minyak goreng dalam negeri dengan negara lain.Ia mencontohkan, di Jerman harga minyak goreng Rp47 per liter, di Singapura Rp41 ribu per liter, dan di Amerika Serikat Rp45 ribu per liter. Sementara itu, menurutnya, harga minyak goreng curah di Indonesia bisa didapatkan dengan harga Rp14 ribu per liter. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNindonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler