Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan beberapa wilayah di Jawa Timur (Jatim) dan Aceh sebagai daerah yang terserang wabah penyakit Mulut dan kuku (PKM) pada hewan.

Untuk Kabupaten Aceh sendiri meliputi dua daerah, yakni Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Sementara Jawa Timur terdiri dari Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penetapan daerah darurat PKM ini berdasarkan kajian dan berbagai penelitian lanjutan. Selain itu penetapan tersebut juga sebagai upaya untuk meminimalkan penyebaran wabah PKm semakin luas.

Baca: Syahrul Yasin Limpo Gantikan Luhut Sebagai Menteri KKP Ad Interim, Ternyata Ini Alasannya

Kementan juga telah membuat langkah darurat atau agenda SOS, langkah temporary, dan agenda recovery atau pemulihan.

"Kita berharap wabah ini tidak ekspansi terlalu jauh dari apa yang sudah dikendalikan," katanya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (11/5/2022).

Syahrul mengaku sudah berkoordinasi dengan gubernur setempat untuk penetapan wilayah PKM tersebut. Tidak hanya itu, sejumlah rencana untuk menyiapkan vaksin nasional juga sudah dilakukan. Hanya saja karena masih membutuhkan waktu proses pembuatan, Kementan menghadirkan vaksin impor yang jumlahnya tidak terlalu banyak.
Baca: Mentan Pastikan Sapi Siap Potong Aman Hingga Lebaran"Sembari menunggu vaksin nasional, dalam 14 hari pak Dirjen akan menghadirkan vaksin impor yang jumlahnya tidak banyak," jelas Syahrul.Syahrul mengaku PMK adalah penyakit yang penyebarannya sangat cepat melalui udara dan kontak langsung. Hanya saja, penyakit ini tidak bisa menyebar ke manusia. Hanya hewan jenis kuku berbelah seperti sapi, kerbau, kambing, dan babi yang bisa terserang."Kami juga berharap agar masyarakat tidak panik, nantinya bisa membuat para peternak panik dan mendadak memotong hewan-hewannya," tutupnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler