Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Postur APBN 2022 bakal dilakukan perombakan oleh Kementerian keuangan dalam waktu dekat. Bahkan upaya perombakan itu sudah dilakukan pembicaraan dalam sidang kabinet.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perombakan ini dilakukan sebagai upaya penyesuaian bantalan prioritas masyarakat karena pandemi Covid-19 sudah mulai melandai. Perombakan ini akan dilakukan dalam dua bulan ke depan Bersama dengan DPR.

“Implikasinya postur APBN-nya berubah, nah dalam 2 bulan ke depan, kita akan bicara dengan dengan DPR, kita sudah bicara disidang kabinet bagaimana postur APBN di 2022 ini akan bergerak berubah,” tutur Sri Mulyani, dikutip dari Kompas.com, Rabu (11/5/2022).

Baca: Pertalite Tak Naik, Kemenkeu: Harga Minyak Bumi Memberatkan APBN

Sri Mulyani mengatakan, dalam dua tahun terakhir APBN difokuskan hanya untuk penanganan pandemi Covid-19. Baik itu dengan memberikan vaksinasi kepada masyarakat, biaya penanganan rumah sakit untuk pasien yang terpapar. Selain itu juga bantuan untuk masyarakat yang terdampak dengan bantuan sosial (bansos) agar bisa meningkatkan belanjanya karena mobilitasnya dibatasi.

Akan tetapi, tahun ini akan ada sedikit penyesuaian. Menurutnya, belanja Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) memang akan tetap didominasi untuk memberikan bansos kepada masyarakat. Namun kali ini dengan tujuan lain yaitu dalam bentuk bantalan subsidi untuk mengurangi shock yang dahsyat dari perekonomian global.
Baca: Sri Mulyani Sebut Penyaluran Kredit bagi Pelaku UMKM Perempuan Masih Rendah“Misalnya, kondisi global yang saat ini cukup berbeda, baik itu karena masalah umum ekonomi, inflasi global yang cukup tinggi, dan juga ekonomi yang terimbas akibat adanya perang antara Rusia dan Ukraina. Ini real dan dampaknya luar biasa. Ini menjadi risiko baru yang harus kita waspadai,” jelasnya.Karena itu, pemerintah akan terus berjaga-jaga dengan adanya tantangan ekonomi global ini, karena juga bisa menghambat pemulihan ekonomi nasional ke depannya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler