Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Nilai transaksi platform Pasar Digital yang merupakan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga saat ini sudah tembus Rp 20 triliun. Dari total nilai transaksi itu, tercatat ada 15 ribu UMKM yang tergabung.

Dimungkinkan, jumlah tersebut akan terus bertambah, seiring dengan banyak nya pelaku UMKM yang mulai menyadari adanya pasar digital BUMN ini. Selain dapat mempermudah proses penjualan, dengan platfor tersebut pelaku UMKM juga tidak kalah bersaing dengan industry besar.

PaDi UMKM merupakan insiatif bersama dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk menguatkan sinergi guna mengoptimalkan anggaran BUMN untuk berbelanja produk koperasi dan UMKM khususnya pada nilai tender di bawah Rp 400 juta.

"BUMN sebetulnya tugasnya ada tiga yakni pembiayaan, pendampingan, dan membuka akses pasar. Tapi kita tidak mungkin membuka akses pasar sendiri tanpa dukungan kementerian lain, jadi perlu sinergi," ujar Menteri BUMN Erick Thohir, dikutip dari Kompas.com, Minggu (8/5/2022).

Baca: Siap-Siap Erick Thohir Cari 1,2 Juta Petani Melalui Program Makmur BUMN

Erick mengatakan, komitmen BUMN untuk mendukung produk koperasi dan UMKM juga ditegaskan pada acara Afirmasi Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia pada 25 April 2022 lalu.

Bahkan saat itu Erick menegaskan akan mencopot direksi BUMN yang tidak menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo terkait peningkatan pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri dalam hal ini UMKM.“Saat ini Kementerian BUMN berencana menggabungkan lebih dari 100 hotel yang dimiliki perusahaan pelat merah. Nantinya, semua produk hotel-hotel itu harus di-support oleh UMKM dengan Sarinah yang menjadi agregatornya. Jadi brand-nya Sarinah tapi produk belakangnya sebenarnya UMKM semua,” kata Erick Thohir.Baca: Erick Thohir Sebut Pertamax Bakal Naik Sebentar LagiBegitu pula untuk fasilitas publik milik BUMN yang lain, misalnya rumah sakit, juga akan diupayakan untuk menggunakan produk-produk dari koperasi dan UMKM. Penilis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler