Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Bupati Bogor Ade Yasin mengaku tidak ytahu terkait transaksi haram untuk mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dia mengakui bahwa transaksi itu dilakukan oleh anak buahnya.

Bahkan inisiatif suap juga merupakan inisiatif anak buahnya. Namun, Ade mengaku dipaksa untuk bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya tersebut.

"Ya saya dipaksa untuk bertanggung jawab terhadap perbuatan anak buah saya, tapi sebagai pemimpin saya harus siap bertanggung jawab," kata Ade Yasin, dikutip dari detik.com, Kamis (28/4/2022).

Ade Yasin mengaku tidak tahu apa-apa soal tarnsaksi untuk memunculkan WTP terkait pengelolaan keuangan kota Bogor. Dia juga menyebut menyebut kasus ini ada karena inisiatif anak buahnya. Dia bahkan menyebut inisiatif ini adalah bencana.

Baca: Kasus Suap Ade Yasin, KPK Sita Uang Rp 1 Miliar

"Itu ada inisiatif dari mereka, jadi ini namanya IMB inisiatif membawa bencana," imbuh Ade.

Sementara Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, kasus ini bermula atas keinginan Ade Yasin agar Kabupaten Bogor mendapatkan predikat WTP dalam sistem pengelolaan keuangan pemerintah kota. Hal ini menyusul adanya laporan keuangan yang sebelumnya dinilai sangat jelek yang bisa mempengaruhi disklaimer.

Karena hal itu, Ade kemudian berupaya untuk mengembalikan predikat Kabupaten Bogor untuk kembali mendapatkan WTP. Saat itu, anak buah Ade Yasin melancarkan aksinya dengan memberikan sejumlah uang kepada auditor BPK agar dapat memberikan predikat WTP tersebut.

Baca: Selain Ade Yasin, KPK Juga Tetapkan 7 Orang Sebagai Tersangka Suap“Tim auditor sejak awal disusun dan dikondisikan hanya untuk memeriksa SKPD tertentu yang tak membuat laporan keuangan Pemkab Bogor jelek,” terang Firli.Namun, dalam pelaksanaan audit itu, SKPD yang diperiksa auditor BPK juga menemukan adanya kejanggalan dalam proyek pembangunan jalan di kawasan Pakansari senilai Rp 96,4 miliar di Dinas PUPR.Baca: KPK OTT Bupati Bogor Ade YasinKesepakatan pun dibuat. Uang pelicin bagi para auditor BPK disiapkan. KPK memperkirakan nilai suap mencapai Rp 1,9 miliar dengan adanya pemberian uang mingguan selama proses pemeriksaan berlangsung dari bulan Februari-April 2022.Sehingga dalam kasus ini, KPK berhasil mengamankan Ade Yasin dan 11 orang lain dalam kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT ) di wilayah Jawa Barat (Jabar) pada Selasa (26/4/2022) malam hingga Rabu (27/4/2022) pagi. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler