Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Setelah adanya deklarasi Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) sebagai tandingan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jajang Edy Prayitno selaku dedengkot PDSI pun buka suara. Dia membantah adanya anggapan tersebut.
IDI adalah satu-satunya organisasi profesi dokter yang bersifat nasional dan independen seperti yang termaktub dalam Undang-Undang Praktik Kedokteran Nomor 29 tahun 2004.
"Kami enggak merasa bersaing (dengan IDI)," ujar Jajang, dikutip dari Tempo.co, Kamis (28/4/2022).
Jajag kemudian membeberkan latang belakang terbentuknya PDSI tersebut. Dia mengaku yang melatari terbentuknya PDSI adalah akibat situasi yang membuat gaduh insan kesehatan akhir-akhir ini. Salah satunya kasus pemberhentian Eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dari keanggotaan IDI.
Baca: Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia Resmi Dibentuk
"Kami membentuk PDSI sesuai amanah Pasal 28 UUD 45 tentang kebebasan berserikat dan berkumpul, akibat situasi akhir-akhir ini yang membuat gaduh insan kesehatan. Iya (salah satunya kegaduhan Terawan Vs IDI)," tuturnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




ketua Umum PDSI Jajang Edy Prayitno (tempo.co)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Setelah adanya deklarasi Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) sebagai tandingan Ikatan Dokter Indonesia (IDI),