MURIANEWS, Jakarta- Puan Maharani mengajak kepada dunia internasional untuk
gotong royong menjaga kelangsungan bumi. Mengingat, dampak perubahan iklim saat ini sangat kentara sekali, terutama bagi negara-negara agraris.
Kerja sama internasional mutlak dibutuhkan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Perubahan iklim yang melampaui batas-batas negara mengharuskan semua negara terlibat dalam gerakan bersama menanggulangi dampaknya, baik bagi bumi maupun bagi kemanusiaan.
Puan mengatakan, pada hari kedua pertemuan antar-parlemen sedunia di Bali pada akhir Maret lalu, semua delegasi yang hadir sepakat mengajak negara-negara memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki lingkungan hidup, demi mewariskan bumi yang jauh lebih baik kepada generasi mendatang.
Baca: Anis Matta Datangi TPI Juwana, Bicara soal Perubahan Iklim“Kita perlu memobilisasi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Kita harus merealisasikan komitmen pembiayaan perubahan iklim sebesar 100 miliar US Dollar per tahun dan kita harus mendukung transisi energi bersih dengan transfer teknologi dan investasi,” katanya, Jumat (22/4/2022).
Dia mengatakan, lingkungan hidup, perubahan iklim, atau meningkatnya panas bumi, selalu merupakan persoalan yang kompleks. Keruwetan ini hanya bisa diatasi jika dunia bersatu, bergotong royong, dan memperkuat kerja bersama internasional.
Dia mengatakan, lingkungan hidup, perubahan iklim, atau meningkatnya panas bumi, selalu merupakan persoalan yang kompleks. Keruwetan ini hanya bisa diatasi jika dunia bersatu, bergotong royong, dan memperkuat kerja bersama internasional.Lebih lanjut, ekofeminisme kiga berbicara tentang keterkaitan antara perempuan dan alam semesta, terutama dalam ketakberdayaan dan ketidakadilan perilaku kepada keduanya. Dalam penerapannya, ekofeminisme menerapkan etika kepedulian untuk mewujudkan keadilan sosial secara ekologis, mengutamakan nilai feminitas, dan menentang budaya patriarki.
Baca: Perubahan Iklim Semakin Cepat dan Nyata“Dalam ekofeminisme ditetapkan bahwa kerja sama, kepedulian, cinta, dan toleransi merupakan cara untuk melestarikan alam yang di dalamnya manusia berada. Hubungan ini kemudian membentuk etika manusia terhadap pengelolaaan lingkungan dan menciptakan kesetaraan gender manusia dalam kaitannya dengan alam semesta,” tegas Puan. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis Anwar
[caption id="attachment_228845" align="alignleft" width="880"]

Ketua DPR RI, Puan Maharani (Instagram/@ketua_dprri)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Puan Maharani mengajak kepada dunia internasional untuk
gotong royong menjaga kelangsungan bumi. Mengingat, dampak perubahan iklim saat ini sangat kentara sekali, terutama bagi negara-negara agraris.
Kerja sama internasional mutlak dibutuhkan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Perubahan iklim yang melampaui batas-batas negara mengharuskan semua negara terlibat dalam gerakan bersama menanggulangi dampaknya, baik bagi bumi maupun bagi kemanusiaan.
Puan mengatakan, pada hari kedua pertemuan antar-parlemen sedunia di Bali pada akhir Maret lalu, semua delegasi yang hadir sepakat mengajak negara-negara memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki lingkungan hidup, demi mewariskan bumi yang jauh lebih baik kepada generasi mendatang.
Baca: Anis Matta Datangi TPI Juwana, Bicara soal Perubahan Iklim
“Kita perlu memobilisasi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Kita harus merealisasikan komitmen pembiayaan perubahan iklim sebesar 100 miliar US Dollar per tahun dan kita harus mendukung transisi energi bersih dengan transfer teknologi dan investasi,” katanya, Jumat (22/4/2022).
Dia mengatakan, lingkungan hidup, perubahan iklim, atau meningkatnya panas bumi, selalu merupakan persoalan yang kompleks. Keruwetan ini hanya bisa diatasi jika dunia bersatu, bergotong royong, dan memperkuat kerja bersama internasional.
Lebih lanjut, ekofeminisme kiga berbicara tentang keterkaitan antara perempuan dan alam semesta, terutama dalam ketakberdayaan dan ketidakadilan perilaku kepada keduanya. Dalam penerapannya, ekofeminisme menerapkan etika kepedulian untuk mewujudkan keadilan sosial secara ekologis, mengutamakan nilai feminitas, dan menentang budaya patriarki.
Baca: Perubahan Iklim Semakin Cepat dan Nyata
“Dalam ekofeminisme ditetapkan bahwa kerja sama, kepedulian, cinta, dan toleransi merupakan cara untuk melestarikan alam yang di dalamnya manusia berada. Hubungan ini kemudian membentuk etika manusia terhadap pengelolaaan lingkungan dan menciptakan kesetaraan gender manusia dalam kaitannya dengan alam semesta,” tegas Puan.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar