Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa belanja pemerintah untuk kebutuhan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas elpiji mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut terhitung sejak Januari-Maret tahun ini yang dibandingkan dengan realisasi belanja para bulan yang sama tahun lalu.

Dia mencatat, hingga maret realisasi belanja BBM naik dari Rp1,3 triliun menjadi Rp3,2 triliun. Sementara Elpiji naik dari Rp10,2 triliun menjadi Rp21,6 triliun.

"Belanja untuk subsidi naik dua kali lipat untuk posisi Maret dan Elpiji juga naik, bahkan lebih dari dua kali lipat," ungakp Sri Mulyani, dikutip dari CNNIndonedia.com, Rabu (20/4/2022).

Dia menambahkan, realisasi belanja subsidi naik karena harga minyak mentah dunia meningkat. Selain itu, pemerintah juga menambah volume belanja.

Baca: Pemerintah Didorong Tingkatkan Produktivitas WOWS Ketimbang Pangkas Subsidi BBM

"Kenaikan volume BBM dan Elpiji seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat. Kenaikan harga komoditas berdampak terhadap meningkatnya beban subsidi dan kompensasi," jelasnya.

Tercatat, realisasi volume penyaluran BBM jenis solar dan minyak tanah mencapai 2,66 juta kiloliter sepanjang Januari-Februari 2022. Jumlahnya naik 2,29 juta kl pada periode yang sama tahun lalu. Sementara volume penyaluran Elpiji mencapai 1,21 miliar kg. Padahal, sebelumnya sebanyak 1,16 miliar kg.
Kendati begitu, realisasi volume belanja subsidi listrik justru turun dari 11,6 TwH menjadi 98 TwH. Tapi, jumlah pelanggan yang mendapat subsidi meningkat dari 37,3 juta menjadi 38,3 juta pelanggan.Baca: Penyelundupan BBM Subsidi ke Pabrik Teh di Pekalongan TerbongkarSri Mulyani menambahkan, total subsidi energi dan non energi sampai Maret 2022 realisasinya mencapai Rp38,51 triliun. Belanja itu terdiri dari realisasi belanja subsidi energi reguler sebesar Rp28,34 triliun dan sisanya sebanyak Rp10,17 triliun berupa pembayaran atas kurang bayar tahun sebelumnya.Realisasi ini termasuk belanja subsidi pupuk sebanyak 2,2 juta ton, subsidi KUR ke 2,1 juta debitur, dan bantuan uang muka perumahan ke 25,8 ribu rumah subsidi. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler