Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam waktu dekat akan mengelontorkan 800.000 ton kedelai. Penggelontorkan itu akan dilakukan mulai bulan ini hingga Juli mendatang. Sementara sasarannya adalah untuk pengrajin tahu dan tempe.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, upaya yang dilakukan Bulog ini merupakan penugasan dari negara. Mulanya, pihaknya ahnya menyiapkan 200 ribu ton kedelai untuk kebutuhan salaam empat bulan. Namun, setelah dipikir, ternyata kebutuhan itu belum mencukupi.

“Sebab, diperkirakan selama 4 bulan ini Indonesia belum dapat memproduksi kebutuhan dari dalam negeri. Itu sedang diupayakan Kementerian Pertanian. Untuk itu, kami harus mendatangkan (kedelai). Ini adalah produk Amerika Serikat," kata Buwas, dikutip dari kompas.com, Senin (18/4/2022).

Baca: Mendag Ungkap Penyebab Naiknya Harga Kedelai, Salah Satunya Mengejutkan

Dia menambahkan, sebagai tahap pemula pihaknya telah menyiapkan 100 ton kedelai yang akan disalurkan melalui Primer Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (PRIMKOPTI) ke Jawa Barat seperti Bogor, Depok, Bekasi, Indramayu, dan Kuningan.

"Kami siapkan 100 ton dulu, sesuai dengan daftar kebutuhan. Ini melalui KOPTI ya, karena KOPTI yang tahu siapa perajin yang butuh. (Penyalurannya) melalui koperasi ke wilayah-wilayah, karena mereka yang tahu kebutuhannya apa, dan seperti apa," papar pria yang karib disapa Buwas itu.Baca: Indonesia Defisit Kedelai, Mentan Nilai Pemerintah Butuh Impor Sekitar 3 Juta TonNantinya penyaluran kedelai dengan harga terjangkau oleh Bulog ini akan disalurkan ke 13 provinsi seperti Aceh, Lampung, Bengkulu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Bali, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler