Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Pemerintah Malaysia akhirnya buka suara setelah masyarakat Indoensia gaduh dengan usulan Reog ke UNESCO. Bahkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud ristek) mendapatkan banyak kecaman lantaran belu mendaftarkan reog tersebut.

Wakil Dubes Malaysia di Jakarta, Adlan Mohd Shaffieq mengatakan bahwa hingga saat ini, Malaysia belum mendaftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO.

"Saya sudah berdiskusi dengan pusat mengenai ini, berdasarkan informasi awal, Malaysia belum mengajukan Reog Ponorogo ke UNESCO sebagai milik kami," kata Adlan, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (11/4/2022).

Menurut Adlan, Malaysia dan Indonesia sudah membuat kesepakatan untuk mendaftarkan bersama warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) ke UNESCO. Hal itu seperti baju kebaya, Tari Piring, tari Kuda Kepang, tradisi Adat Perpatih, dan Puisi Teromba. Dengan kesepakatan itu, deretan kesenian tersebut diklaim menjadi milik bersama.

Baca: Kesenian Reog Diajukan Malaysia ke UNESCO, Indonesia Tak Mau Kecolongan

"Sudah ada diskusi ini dan Kementerian Luar Negeri RI sudah mengirim nota diplomatik pada 2 Maret 2021 terkait kesepakatan Indonesia untuk mendaftarkan lima kebudayaan tersebut sebagai 5 warisan budaya tak benda ke IGH UNESCO," ujar Wakil Dubes Malaysia itu.Baca: Seniman Reog Ponorogo Anggap Menteri Nadiem Tak Peka Kesenian AdiluhungSementara Kemendikbudeistek berjanji akan mengangkat Reog Ponorogo hingga ke kancah internasional. Sehingga reog tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi hingga internasional. Kemudian, tidak ada lagi yang mengklaim bahwa reog Ponogoro adalah milik negeri jiran. Penulis:Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler