MURIANEWS, Jakarta- Setelah Arab Saudi resmi membuka kuota satu juta jemaah
haji tahun ini, berbagai pihak telah memprediksi kuota khusus yang diberikan untuk jemaah indonesia. Mengingat, hingga saat ini pemerintah Arab Saudi juga belum memberikan kuota secara resmi untuk jemaah asal Indonesia.
Seperti prediksi yang dilakukan oleh Asosiasi Muslim Penyelenggara
Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), diperkirakan Indonesia akan mendapatkan kuota haji sebanyak 70 ribu jemaah tahun ini.
Kabid Umrah AMPHURI Zaki Zakaria Ansyari mengungkapkan angka itu didapatkan berdasarkan kuota haji Indonesia selama ini sekitar 10 persen dari kuota haji di luar negara Saudi.
"Indonesia biasanya mendapatkan kuota 10 persen dari kuota internasional. Jika porsi haji tahun ini 30 persen domestik dan 70 persen internasional, Indonesia insyaallah dapat 70 ribu," kata Zaky, dikutip dari
CNNIndonesia.com, Senin (11/4/2022).
Baca:
Alhamdulillah, Arab Saudi Buka Kuota Haji untuk 1 Juta Jemaah Tahun IniZaky menegaskan bahwa kuota 70 ribu itu hanya sebatas prediksi. Sementara untuk kepastiannya, dia meminta agar masyarakat menunggu keputusan resmi dari pemerintah Arab Saudi.
Sementara Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan, jemaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun ini adalah mereka yang tertunda keberangkatannya pada 2020 lalu. Selain itu, jemaah yang dipastikan berangkat yakni mereka yang masih berusia di bawah 65 tahun.
“Berdasarkan data kami, maka yang berangkat untuk 2022 ini adalah jemaah kita yang berhak di tahun 2020 atau jemaah tertunda pada 2020,” ujar Hilman belum lama ini.
Baca:
Arab Saudi Buka Kuota 1 Juta Jemaah Haji, Menag Yaqut Minta Tambahan Khusus IndonesiaDengan demikian, calhaj yang pada 2020 usianya sudah mencapai 65 tahun, berarti pada tahun ini tidak bisa berangkat ke tanah suci.“Arab Saudi ingin lebih meyakinkan bahwa dalam pelaksanaan haji nanti jemaah bisa lebih selektif secara usia. Karena bagaimana pun pandemi belum dicabut. Sehingga jemaah yang usianya di atas 65 tahun untuk tahun ini berdasarkan pengumuman itu belum bisa diberangkatkan,” lanjutnya.Merujuk kepada hal ini, Kemenag saat ini sedang merumuskan kebijakan untuk memilih calhaj yang akan berangkat tahun ini. Selain soal usia, ada peraturan protokol kesehatan yang diterapkan Arab Saudi."Dan ini agak berbeda kebijakannya dengan prokes yang ditentukan untuk jemaah umrah. Misalnya dari segi pembuktian perlunya bukti PCR negatif dari jemaah maupun vaksin dan lainnya,” jelas Hilman.Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber:
CNNindonesia.com
[caption id="attachment_222882" align="alignleft" width="880"]

Ilustrasi (Dok. MURIANEWS)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Setelah Arab Saudi resmi membuka kuota satu juta jemaah
haji tahun ini, berbagai pihak telah memprediksi kuota khusus yang diberikan untuk jemaah indonesia. Mengingat, hingga saat ini pemerintah Arab Saudi juga belum memberikan kuota secara resmi untuk jemaah asal Indonesia.
Seperti prediksi yang dilakukan oleh Asosiasi Muslim Penyelenggara
Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), diperkirakan Indonesia akan mendapatkan kuota haji sebanyak 70 ribu jemaah tahun ini.
Kabid Umrah AMPHURI Zaki Zakaria Ansyari mengungkapkan angka itu didapatkan berdasarkan kuota haji Indonesia selama ini sekitar 10 persen dari kuota haji di luar negara Saudi.
"Indonesia biasanya mendapatkan kuota 10 persen dari kuota internasional. Jika porsi haji tahun ini 30 persen domestik dan 70 persen internasional, Indonesia insyaallah dapat 70 ribu," kata Zaky, dikutip dari
CNNIndonesia.com, Senin (11/4/2022).
Baca:
Alhamdulillah, Arab Saudi Buka Kuota Haji untuk 1 Juta Jemaah Tahun Ini
Zaky menegaskan bahwa kuota 70 ribu itu hanya sebatas prediksi. Sementara untuk kepastiannya, dia meminta agar masyarakat menunggu keputusan resmi dari pemerintah Arab Saudi.
Sementara Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan, jemaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun ini adalah mereka yang tertunda keberangkatannya pada 2020 lalu. Selain itu, jemaah yang dipastikan berangkat yakni mereka yang masih berusia di bawah 65 tahun.
“Berdasarkan data kami, maka yang berangkat untuk 2022 ini adalah jemaah kita yang berhak di tahun 2020 atau jemaah tertunda pada 2020,” ujar Hilman belum lama ini.
Baca:
Arab Saudi Buka Kuota 1 Juta Jemaah Haji, Menag Yaqut Minta Tambahan Khusus Indonesia
Dengan demikian, calhaj yang pada 2020 usianya sudah mencapai 65 tahun, berarti pada tahun ini tidak bisa berangkat ke tanah suci.
“Arab Saudi ingin lebih meyakinkan bahwa dalam pelaksanaan haji nanti jemaah bisa lebih selektif secara usia. Karena bagaimana pun pandemi belum dicabut. Sehingga jemaah yang usianya di atas 65 tahun untuk tahun ini berdasarkan pengumuman itu belum bisa diberangkatkan,” lanjutnya.
Merujuk kepada hal ini, Kemenag saat ini sedang merumuskan kebijakan untuk memilih calhaj yang akan berangkat tahun ini. Selain soal usia, ada peraturan protokol kesehatan yang diterapkan Arab Saudi.
"Dan ini agak berbeda kebijakannya dengan prokes yang ditentukan untuk jemaah umrah. Misalnya dari segi pembuktian perlunya bukti PCR negatif dari jemaah maupun vaksin dan lainnya,” jelas Hilman.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber:
CNNindonesia.com