Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menyeret lima tersangka teroris dari Kabupaten Tangerang Selatan (Tangkesl), Banten. Belakangan, lima tersangka itu diketahui merupakan petinggi dari kelompok Negara Islam Indonesia (NII).

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menuturkan bahwa kelima tersangka itu berinisial SA, SO, TA, AHA alias Y, dan MH.

"SO keterlibatan sebagai Ketua (NII) Tangerang Selatan. MH berperan sebagai sekretaris NII wilayah Tangsel. Ia juga tergabung dalam menyelenggarakan kegiatan pertemuan di wilayah Depok," kata Aswin, dikutip dari CNNindonesia.com, Jumat (8/4/2022).

Baca: Densus 88 Antiteror Tangkap Lima Tersangka Teroris di Tangsel 

Aswin menjelaskan SO aktif menggelar pertemuan di wilayah Green Village, Depok. SO juga pernah datang ke Sumatera Barat untuk bertemu dengan 250 orang yang tergabung dalam NII.

Lebih lanjut, Aswin menyebut tersangka berinisial AHA alias Y menjabat sebagai ketua NII wilayah Tangerang Kota. Mereka bertiga aktif bertemu dengan anggota NII Sumbar.

"Turun ke Sumbar bersama perwakilan dari Tangkot dan Tangsel sejumlah 6 orang untuk membuka daerah rintisan," ujarnya.Baca: Kelewat Batas, 16 Tersangka Teroris Jaringan NII di Sumbar Diduga Rekrut Anak-AnakAswin menyebut tersangka SA juga aktif menyelenggarakan pergantian struktur di NII. Ia diduga mendukung psikotes dan wawancara para anggota NII. Selain itu, kata Aswin, SA juga menerima dana sebesar Rp119,5 juta dari tersangka teroris lain yang sudah ditangkap."Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap jaringan terkait," katanya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler