Nestapa Petani, Pemerintah Akan Batasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi
Murianews
Selasa, 5 April 2022 15:46:42
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Pemerintah dalam waktu dekat akan membatasi penyaluran pupuk bersubsidi kepada para petani. Hal ini menyusul lonjakan harga pupuk yang merupakan imbas dari perang Rusia dan Ukraina.
Pengumuman pembatasan penyaluran pupuk bersubsidi itu dikatakan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Selasa (5/4/2022).
Dia mengatakan, nantinya pupuk subsidi diprioritaskan untuk komoditas padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, tebu rakyat dan kakao.
"Kemudian, tentu pupuk yang disubsidi juga mulai dibatasi urea dan MPK," tarang airlangga.
Menurutnya, pembatasan tersebut berdasarkan atas permintaan presiden Joko Widodo, karena harga pupuk juga tengah mengalami kenaikan. Saat ini, harga pupuk urea mendekati US$1.000. Sementara, Indonesia mengimpor pupuk KCL dan potasium dari Ukraina.
Baca: Pupuk Indonesia Bakal Cabut Izin Distributor dan Kios yang Selewengkan Pupuk Bersubsidi
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Anggota komisi B DPRD Grobogan melakukan monitoring di gudang pupuk bersubdisi, Selasa (3/11/2020). (MURIANEWS/Dani Agus)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Pemerintah dalam waktu dekat akan membatasi penyaluran