Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Pemerintah dalam waktu dekat akan membatasi penyaluran pupuk bersubsidi kepada para petani. Hal ini menyusul lonjakan harga pupuk yang merupakan imbas dari perang Rusia dan Ukraina.

Pengumuman pembatasan penyaluran pupuk bersubsidi itu dikatakan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Selasa (5/4/2022).

Dia mengatakan, nantinya pupuk subsidi diprioritaskan untuk komoditas padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, tebu rakyat dan kakao.

"Kemudian, tentu pupuk yang disubsidi juga mulai dibatasi urea dan MPK," tarang airlangga.

Menurutnya, pembatasan tersebut berdasarkan atas permintaan presiden Joko Widodo, karena harga pupuk juga tengah mengalami kenaikan.  Saat ini, harga pupuk urea mendekati US$1.000. Sementara, Indonesia mengimpor pupuk KCL dan potasium dari Ukraina.

Baca: Pupuk Indonesia Bakal Cabut Izin Distributor dan Kios yang Selewengkan Pupuk Bersubsidi

"Nah, untuk itu bapak presiden mewanti-wanti agar subsidi pupuk nanti tepat sasaran. Para petani bisa menerima pupuk sehingga tentunya harga pupuk tidak membuat kelangkaan pupuk dan tentunya pada akhirnya mendorong ketersediaan pangan yang aman," ujarnya.Sementara SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana memastikan ketersediaan bahan baku untuk produksi pupuk subsidi maupun nonsubsidi seperti fosfat dan kalium dalam kondisi aman setidaknya sampai semester 1 2022.Baca: Polisi Bongkar Penyelewengan Penjualan Pupuk Bersubsidi di Nganjuk"Kami sudah mengantisipasi kebutuhan bahan baku ini dengan melakukan pengadaan jangka panjang sehingga cukup untuk memproduksi kebutuhan produksi NPK," katanya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler