Celetuk Harga Pertalite Bakal Dinaikkan, Airlangga Hartanto; Masih Kita Kaji
Murianews
Selasa, 5 April 2022 15:14:16
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Setelah Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mewacanakan bahwa harga pertalite perlahan akan mengalami kenaikan, kini Menko prekonomian Airlangga Hartanto juga mengungkapkan hal yang sama.
Bahkan pihaknya saat ini tengah mengkaji usulan kenaikan pertalite tersebut. Apabila nanti dalam kajian sudah mendapatkan keputusan, maka akan dimumkan untuk selanjutnya.
"Saat sekarang masih kita kaji. Sesudah kita kaji, nanti kita umumkan. Tapi sekarang belum," ujar Airlangga dalam konferensi pers hasil rapat terbatas yang disiarkan di Instagram Sekretaris Kabinet, Selasa (5/4/2022).
Dia mengatakan, sejauh ini harga minyak dunia memang melambung tinggi, sehingga pemerintah melalui PT Pertamina meniakkan harga pertamax. Namun untuk harga pertalite sendiri saat ini belum dinaikkan.
Baca: Setelah Pertamax, Luhut Beri Sinyal Harga Pertalite dan Elpiji 3 Kg Juga Bakal Naik
Sebelumnya, soal sinyal kenaikan Pertalite sendiri diungkapkan pertama kali oleh Luhut. Bukan cuma Pertalite, LPG 3 kilogram (kg) pun bakal mengalami kenaikan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Stok Pertalite di salah satu SPBU di Kabupaten Pati kosong. (MURIANEWS/Umar Hanafi)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Setelah Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi