Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Sebelum perayaan Lebaran, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) akan impor 36 ribu daging kerbau. Hal itu untuk mencukupi kebutuhan daging kerbau selama Hari Raya idulfitri 2022.

Direktur Utama perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya saat ini sudah mendapatkan izin penugasan untuk impor daging karbau sebanyak 100 ribu ton. Namun, untuk tahap pertama izin impor yang dikeluarkan hanya 20 ribu ton.

"Kalau daging kerbau baru 20 ribu ton yang masuk, izin pertama. Bertahap masuk (sampai sebelum lebaran) 36 ribu ton," ujarnya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (5/4/2022)

Buwas tidak menampik adanya impor kebutuhan daging kerbau dalam negeri, lantaran stok yang sudah ada masih snagat kurang. Terlebih konsumsi masyarakat terhadap daging kerbau saat lebaran dimungkinkan cukup tinggi. Sehingga pihaknya perlu untuk menambah  stok.

Baca: Pemerintah Didesak Habiskan Gula Impor Sebelum Musim Giling

Berdasarkan data Kementan, dengan impor tersebut, ketersediaan daging sapi dan kerbau per April 2022 mencapai 78,3 ribu ton. Adapun, total kebutuhan daging selama April 2022 ditaksir mencapai 92,53 ribu ton.

Sebelumnya, Sudin mencecar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah yang menyatakan ketersediaan daging sapi dan kerbau per Mei 2022 akan mencapai 332.619,6 ton.
Ia juga menuturkan rencana atau realisasi impor daging sapi dan kerbau per Mei 2022 adalah 103.375,8 ton. Sementara, kebutuhan sepanjang Januari-Mei 2022 diprediksi hanya 301.466,2 ton, artinya ada surplus total sebanyak 31.153,4 ton.Baca: Jokowi Geram, Ada Produk Impor yang Distempel Made In IndonesiaSudin pun mempertanyakan dari total kebutuhan daging sapi dan kerbau tersebut apakah berasal dari kerbau lokal atau hasil dan impor oleh Bulog.Nasrullah pun menjelaskan ketersediaan berasal dari tiga sumber, pertama dari potensi produksi kerbau lokal. Kedua, impor sapi bakalan yang sudah dalam pemeliharaan minimal 2,5 bulan. Ketiga, impor daging kerbau termasuk oleh Bulog. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler