Pertalite Tak Naik, Kemenkeu: Harga Minyak Bumi Memberatkan APBN
Murianews
Senin, 4 April 2022 13:41:31
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Pemerintah hingga saat ini masih menekan agar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite tidak naik, sekali pun dalam kondisi minyak dunia tenagh melejit. Tentunya ada berbagai resiko yang didahapi pemerintah ketika tidak menaikkan komoditas tersebut.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, dampak dari kenaikan harga minyak bumi dan gas alam di dunia ini memang memberatkan APBN. Bahkan kenaikan ini membuat subsidi energi yang diberikan pemerintah membengkak.
Pemerintah harus membayar kompensasi lebih tinggi kepada Pertamina karena tidak menaikkan harga BBM di SPBU.
"Harga minyak bumi itu memang memberatkan bagi kami, kenapa? Karena harga Pertalite dan bahan bakar biasanya kita usahakan tidak terlalu bergejolak di SPBU," ucap Febrio dalam webinar Indonesia Macro Economic Outlook 2022 di Jakarta, Senin (4/4/2022).
Baca: Setelah Pertamax, Luhut Beri Sinyal Harga Pertalite dan Elpiji 3 Kg Juga Bakal Naik
Febrio menuturkan, APBN harus hadir sebagai bantalan goncangan agar daya beli masyarakat terhadap BBM tidak menurun.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Antrean warga di SPBU Jepara saat membeli BBM jenis pertalite. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Pemerintah hingga saat ini masih menekan agar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis