Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

MURIANEWS, Jakarta- Kementerian Agama di Arab Saudi menetapkan awal puasa Ramadan 1443 Hiriyah jatuh pada Sabtu, 2 April 2022 waktu setempat. Hal itu lantaran dari pengamatan hilal yang dilakukan, hilal sudah terlihat.


Mulai hari ini pun, masyarakat muslim Arab Saudi sudah menjalankan ibadah puasa. Bahkan salat tarawih juga nanti malam akan dilakukan.


Selain itu, dalam menjalankan ibadah Bulan Ramadan ini juga terjadi pelonggaran-pelonggaran bagi masyarakat. Hal ini memungkinkan jemaah untuk kembali ke masjid dengan kapasitas penuh tanpa pembatasan jarak sosial, setelah dua tahun pandemi Covid-19.


Sementara untuk di Indonesia, Kementerian Agama (kemenag) memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada Minggu (3/4/2022).


Baca: Menag Putuskan Awal Ramadan 3 April 2022

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil sidang isbat penentuan awal Ramadan 1443 H yang dipimpin langsung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Jumat (1/4/2022). Sidang isbat menghasilkan ketetapan bahwa hilal tidak terpantau di sejumlah wilayah pemantauan.


"Secara mufakat 1 Ramadan jatuh pada Ahad (Minggu) 3 April 2022," ujar Yaqut membacakan keputusan sidang isbat di Kementerian Agama, Jumat (1/4/2022).


Baca: Tetapkan Awal Ramadan, Menag Yaqut Berharap Umat Islam Puasa Bersama-Sama
Baca: Tetapkan Awal Ramadan, Menag Yaqut Berharap Umat Islam Puasa Bersama-Sama

Posisi hilal berdasarkan hisab, kata Menag, ketinggian masih berada di 1 hingga 2 derajat. Pemantuaan dilakukan di 101 titik di 34 provinsi di Indonesia. Semuanya, kata Menag, tidak melihat hilal.

  

Penulis: Cholis Anwar

Editor: Cholis Anwar

Sumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler