Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan awal Ramadan jatuh pada Minggu, 3 April 2022, sesuai dengan keputusan Kementerian Agama (Kemenag). Sementara Muhammadiyah sudah menetukan awal Ramadan jatuh pada Sabtu, 2 April 2022. Artinya, Muhammadiyah akan menjalankan puasa esok hari.

Ketua MUI KH Abdullah Zaidi mengatakan, perbedaan adalah rahmat yang diberikan oleh Allah kepada ummatnya. Sehingga perbedaan yang ada saat ini jangan diartikan sebagi perpecahan. Perbedaan awal puasa juga menjadi rahmat.

"Kita bersyukur pada Allah SWT, tentunya sebagian dari saudara-saudara kita dari Muhammadiyah yang akan memulai puasa besok hari Sabtu (2/4/2022) tidak mengurangi arti kebersamaan kita," terangnya dalam jumpa pers penetapan 1 Ramadan 1443 H, disiarkan kanal YouTube Kemenag RI, Jumat (1/4/2022).

Baca: Menag Putuskan Awal Ramadan 3 April 2022

MUI menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Minggu (3/4/2022) lusa karena tidak bisa melihat rukyatul hilal. Pantauan sudah dilakukan dari 34 provinsi di Indonesia. Berarti, Muhammadiyah puasa Ramadan sehari lebih awal ketimbang MUI.

"Kita boleh berbeda, tetapi kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan kita, terutama di saat kita melaksanakan ibadah yang Mahasuci, ibadah Ramadan yang penuh barakah, penuh rahmah ini," kata Abdullah Zaidi.
Baca: PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 2 April 2022Momentum Ramadan ini diimbaunya menjadi momentum menghindari perselisihan. Pada dasarnya, perbedaan membawa rahmah."Selama kita menyatukan hati ita bersama-sama untuk membangun bangsa dan negara ini," imbuhnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Youtube Kemenag RI

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler