Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Setelah Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax dinaikkan oleh PT Pertamina (Persero), kini Menteroi Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sinyal bahwa pertalite dan gas Elpiji 3 kg juga bakal mengalami kenaikan.

"Jadi over all yang akan terjadi nanti Pertamax, Pertalite (naik). Premium belum. Terus kemudian mengenai gas yang 3 kg itu kita bertahap," ungkap dia, dikutip dari detik.com, Jumat (1/4/2022).

Menurutnya, kenaikan itu dilakukan secara bertahap, yakni mulai hari ini dan akan berlangsung hingga September mendatang.

Baca: Sah! Pertamina Naikkan Harga Pertamax Rp 12.500 Per Liter

"Jadi nanti 1 April, nanti Juli, nanti bulan September. Itu semua bertahap dilakukan oleh pemerintah," ujarnya.

Luhut menyampaikan kenaikan tidak bisa terhindarkan. Situasi yang memanas antara Rusia dan Ukraina juga turut mempengaruhi.
Kendati demikian, sekali pun komoditas tersebut mengalami kenaikan, tetapi dipastikan masih ada subsidi dari pemerintah.Baca: Pertamax Naik, DPR Minta Pemerintah Pastikan Ketersediaan Pertalite Aman"Tapi seperti yang misalnya (LPG) 3 kg ini kan dari 2007 tidak pernah naik harganya, kan tidak fair juga," ujarnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler