MURIANEWS, Jakarta- Wakil Presiden (Wapres) Ma`ruf Amin membeberkan
tiga nilai puasa yang penting diketahui oleh seluruh umat muslim Indonesia. Apalagi, saat ini situasi pandemi masih berlangsung, sehingga puasa harus dimaknai secara kontekstual.
Menurutnya, puasa Ramadan tidak hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dapat mengendalikan diri, jujur, dan memiliki solidaritas tinggi.
"Orang yang melaksanakan puasa dengan pemenuhan ketiga nilai atau prinsip tersebut, yakni pengendalian diri, kejujuran, dan solidaritas sosial, ia akan menjadi bersih tanpa dosa,” kata Ma'ruf, dikutip dari
Kompas.com, Jumat (1/4/2022).
KH Ma`ruf Amin menjelaskan, hakikat puasa tidak hanya ditujukan sebagai pengendalian secara lahiriah, tetapi juga terkait pengekangan ego dari semua nafsu, sikap dan tindakan tercela atau kemaksiatan.
"Naluri manusia memang memiliki keinginan-keinginan (nafsu), baik nafsu biologis, materi, maupun kekuasaan,” ujar Ma'ruf.
Baca: Ini Kumpulan Doa di Bulan Ramadan Beserta Artinya dari Awal hingga AkhirSelanjutnya, ia mengatakan, puasa membentuk nilai kejujuran karena tidak ada yang mengetahui kebenaran seseorang berpuasa atau tidak, kecuali dirinya sendiri dan Allah SWT.
“Bisa saja seseorang berpura-pura puasa di hadapan umum tetapi sebenarnya ia tidak berpuasa. Ini yang dikatakan bahwa puasa yang tahu hanya diri sendiri dan Allah,” imbuhnya.Kemudian, solidaritas sosial selama bulan
Ramadan dapat dilakukan dengan memperbanyak sedekan selama bulan Ramadan dan menunaikan zakat pada Idul Fitri. Solidaritas tinggi tersebut kian penting di tengah situasi pandemi Covid-19 karena banyak masyarakat yang kesulitan akibat terdampak oleh pandemi.
Baca: Sambut Ramadan, Jamaah Lintangsongo Kali Brug Grobogan Gelar SelamatanMa'ruf pun menegaskan, tiga nilai tersebut juga perlu dipupuk dalam kehidupan sehari-hari karena menurutnya sejumlah persoalan sosial muncul sebagai ekspresi keinginan tanpa memiliki tiga nilai di atas."Ketiga nilai ini harus diwujudkan tidak hanya selama bulan Ramadan, tetapi juga di hari-hari di luar
Ramadan," terangnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber:
Kompas.com
[caption id="attachment_281676" align="alignleft" width="880"]

wakil presiden maruf amin (doc. MUI)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Wakil Presiden (Wapres) Ma`ruf Amin membeberkan
tiga nilai puasa yang penting diketahui oleh seluruh umat muslim Indonesia. Apalagi, saat ini situasi pandemi masih berlangsung, sehingga puasa harus dimaknai secara kontekstual.
Menurutnya, puasa Ramadan tidak hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dapat mengendalikan diri, jujur, dan memiliki solidaritas tinggi.
"Orang yang melaksanakan puasa dengan pemenuhan ketiga nilai atau prinsip tersebut, yakni pengendalian diri, kejujuran, dan solidaritas sosial, ia akan menjadi bersih tanpa dosa,” kata Ma'ruf, dikutip dari
Kompas.com, Jumat (1/4/2022).
KH Ma`ruf Amin menjelaskan, hakikat puasa tidak hanya ditujukan sebagai pengendalian secara lahiriah, tetapi juga terkait pengekangan ego dari semua nafsu, sikap dan tindakan tercela atau kemaksiatan.
"Naluri manusia memang memiliki keinginan-keinginan (nafsu), baik nafsu biologis, materi, maupun kekuasaan,” ujar Ma'ruf.
Baca: Ini Kumpulan Doa di Bulan Ramadan Beserta Artinya dari Awal hingga Akhir
Selanjutnya, ia mengatakan, puasa membentuk nilai kejujuran karena tidak ada yang mengetahui kebenaran seseorang berpuasa atau tidak, kecuali dirinya sendiri dan Allah SWT.
“Bisa saja seseorang berpura-pura puasa di hadapan umum tetapi sebenarnya ia tidak berpuasa. Ini yang dikatakan bahwa puasa yang tahu hanya diri sendiri dan Allah,” imbuhnya.
Kemudian, solidaritas sosial selama bulan
Ramadan dapat dilakukan dengan memperbanyak sedekan selama bulan Ramadan dan menunaikan zakat pada Idul Fitri. Solidaritas tinggi tersebut kian penting di tengah situasi pandemi Covid-19 karena banyak masyarakat yang kesulitan akibat terdampak oleh pandemi.
Baca: Sambut Ramadan, Jamaah Lintangsongo Kali Brug Grobogan Gelar Selamatan
Ma'ruf pun menegaskan, tiga nilai tersebut juga perlu dipupuk dalam kehidupan sehari-hari karena menurutnya sejumlah persoalan sosial muncul sebagai ekspresi keinginan tanpa memiliki tiga nilai di atas.
"Ketiga nilai ini harus diwujudkan tidak hanya selama bulan Ramadan, tetapi juga di hari-hari di luar
Ramadan," terangnya.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber:
Kompas.com