[caption id="attachment_281400" align="alignleft" width="1280"]

Jenderal TNI Andika Perkasa (tangkapan layar)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Panglima TNI
Jenderal Andika Perkasa menghapus sejumlah syarat dalam proses seleksi penerimaan prajurit, baik taruna, perwira, bintara, hingga tamtama. Syarat-syarat yang sekiranya dianggap tidak fair dan terlalu ribet, langsung dihapus olehnya.
Bahkan penghapusan itu secara terbuka dipertotonkan melalui kanal Youtube pribadinya Jenderal TNI Andika Perkasa. Dalam acara itu,
Jenderal Andika mimpin secara rapat pemaparan mekanisme penerimaan prajurit TNI mulai dari tes mental, ideologi, psikologi, akademik, kesamaptaan jasmani, hingga kesehatan.
Usai mendengar paparan,
Jenderal Andika lalu memutuskan beberapa hal perubahan di dalam rangkaian proses seleksi prajurit tersebut.
Pertama, dalam tes kesamaptaan jasmani, ia meminta agar tidak ada tes renang. Menurutnya, tidak semua calon prajurit memiliki akses ke kolam renang atau tempat untuk belajar berenang.
Baca: Jenderal Andika Perkasa Pastikan Buru Anggota KKB Yang Menembak 3 Anggota TNI
"Itu tidak usah lagi, kenapa renang? Jadi nomor 3 tidak usah. Karena apa? Kita enggak
fair juga, ada orang tempat tinggal jauh dari ... enggak pernah renang, nanti enggak
fair, udah lah," kata Andika.Sementara dalam bidang akademik, ia meminta panitia seleksi untuk mengambil nilai calon peserta berdasarkan transkrip nilai pendidikan terakhir. Dengan demikian, ia meminta tes akademik pun dihapus dari tahapan seleksi.
Baca: Terpilih Jadi Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa Tinggal Dilantik Jokowi"Menurut saya tes akademik ini sudah tinggal ambil saja, IPK, terus transkripnya, karena bagi saya yang lebih penting itu tadi. Ijazah SMA itu lah akademik mereka, enggak usah lagi ada tes akademik. Nilai akademik ya ijazah tadi, kalau ada Ujian Nasional ya lebih akurat lagi, ya itu lah dia," katanya.Selain itu,
Jederal Andika perkasa juga memperbolehkan anak atau keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mendaftarkan diri dalam seleksi tersebut. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Youtube Jenderal TNI Andika Perkasa
[caption id="attachment_281400" align="alignleft" width="1280"]

Jenderal TNI Andika Perkasa (tangkapan layar)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Panglima TNI
Jenderal Andika Perkasa menghapus sejumlah syarat dalam proses seleksi penerimaan prajurit, baik taruna, perwira, bintara, hingga tamtama. Syarat-syarat yang sekiranya dianggap tidak fair dan terlalu ribet, langsung dihapus olehnya.
Bahkan penghapusan itu secara terbuka dipertotonkan melalui kanal Youtube pribadinya Jenderal TNI Andika Perkasa. Dalam acara itu,
Jenderal Andika mimpin secara rapat pemaparan mekanisme penerimaan prajurit TNI mulai dari tes mental, ideologi, psikologi, akademik, kesamaptaan jasmani, hingga kesehatan.
Usai mendengar paparan,
Jenderal Andika lalu memutuskan beberapa hal perubahan di dalam rangkaian proses seleksi prajurit tersebut.
Pertama, dalam tes kesamaptaan jasmani, ia meminta agar tidak ada tes renang. Menurutnya, tidak semua calon prajurit memiliki akses ke kolam renang atau tempat untuk belajar berenang.
Baca: Jenderal Andika Perkasa Pastikan Buru Anggota KKB Yang Menembak 3 Anggota TNI
"Itu tidak usah lagi, kenapa renang? Jadi nomor 3 tidak usah. Karena apa? Kita enggak
fair juga, ada orang tempat tinggal jauh dari ... enggak pernah renang, nanti enggak
fair, udah lah," kata Andika.
Sementara dalam bidang akademik, ia meminta panitia seleksi untuk mengambil nilai calon peserta berdasarkan transkrip nilai pendidikan terakhir. Dengan demikian, ia meminta tes akademik pun dihapus dari tahapan seleksi.
Baca: Terpilih Jadi Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa Tinggal Dilantik Jokowi
"Menurut saya tes akademik ini sudah tinggal ambil saja, IPK, terus transkripnya, karena bagi saya yang lebih penting itu tadi. Ijazah SMA itu lah akademik mereka, enggak usah lagi ada tes akademik. Nilai akademik ya ijazah tadi, kalau ada Ujian Nasional ya lebih akurat lagi, ya itu lah dia," katanya.
Selain itu,
Jederal Andika perkasa juga memperbolehkan anak atau keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mendaftarkan diri dalam seleksi tersebut.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Youtube Jenderal TNI Andika Perkasa