Pengusaha Minyak Goreng Tuding Pedagang Jadi Biang Kerok Kelangkaan
Murianews
Kamis, 31 Maret 2022 07:33:24
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Pengusaha minyak goreng menuding bahwa biyang kerok kelangkaan miyak goreng dilakukan oleh para pedagang. Pasalnya, dalam produksi sejauh ini tidak ada masalah, justru yang terjadi masalah adalah pada saat berada di pasar.
Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) Sahat Sinaga mengatakan, dari sisi hulu, mulai dari suplai minyak sawit hingga produksi minyak goreng tak pernah ada masalah. Produksi olahan kelapa sawit CPO di Indonesia mencapai 49 juta ton di tahun 2022. Sementara kebutuhan dalam negeri sekitar 19 juta ton.
"Produksi begitu banyak betul pak. Tapi masalahnya bukan soal produksi pak. Kok hilang? Itu yang di pasar itu disparitas harga itu sebabkan hilang di pasar," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, dikutip dari detik.com, Kamis (31/3/2022).
"Sejak dibuat regulasi ada disparitas harga, kalau ada disparitas harga kalau tidak kontrol kuat, tidak ada kekuatan di negara ini mampu atasi itu. Even di negara komunis pun nggak bisa," imbuh Sahat.
Baca: Cerita Pedagang Grobogan: Beli Minyak Goreng Curah Wajib Belanja Minimal Rp 1 Juta Dulu
Dia menmabahkan, dalam hal ini pedagang minyak goreng dilakukan melakukan penahanan penjualan lantaran kebiijakan yang dikeluarkan pemerintah sering berubah-ubah. Stok yang ditahan menyiratkan pedagang sedang menunggu aturan kembali berubah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




ILUSTRASI: Minyak goreng kemasan yang kini cukup langka di pasar tradisional Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Pengusaha