Solar Langka di Sejumlah Daerah, Pertamina Duga Ada Penyelewengan
Murianews
Selasa, 29 Maret 2022 15:22:24
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar diberbagai daerah mengalami kelangkaan. Bahkan para pembeli harus antre berjam-jam untuk bisa mendapatkan solar tersebut. Kondisi itu terjadi di Palembang, Bengkulu dan sejumlah daerah lain.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menduga adanya penyelewengan penggunaan solar subsidi. Dugaan itu secara spesifik ditujukan kepada perusahaan tambang dan sawit.
Hal itu menyusul adanya peningkatan penjualan hingga 93 persen untuk solar bersubsidi. Sementara untuk solar non-subsidi atau Dex Series menurun menjadi hanya 7 persen.
Baca: Penyelewengan Solar Subsidi di Jateng Rugikan Negara Rp 49,9 M
"Ini yang harus kita lihat, apakah betul ini untuk industri logistik dan industri yang tidak termasuk industri besar? Antrean-antrean yang kita lihat ini, kelihatannya justru dari industri-industri besar seperti sawit, tambang. Ini yang harus ditertibkan," ungkap Nicke, dikutip dari Kompas.com, Selasa (29/3/2022).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Truk mengisi solar di SPBU Krawang, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis