Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Pemecatan Mantan Menteri Kesehatan Trawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjadi perhatian semua pihak. Pasalnya, pemecatan Terawan ini berkaitan dengan temuan vaksin nusantara yang merupakan vaksin produksi dalam negeri.

Terakit hal itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara. Dia menilai putusan rekomendasi MKEK IDI berbahaya bagi masa depan dunia kedokteran di Indonesia. Hal ini menyebabkan dokter-dokter Indonesia takut untuk berinovasi dengan berbagai riset-risetnya.

"Kenapa putusan ini berbahaya? Terus terang begini, dengan adanya rekomendasi MKEK ini saya khawatir akan menjadi yurisprudensi bagi masalah serupa di masa yang akan datang, sehingga menyebabkan para dokter-dokter kita takut untuk mencoba dan berinovasi dengan berbagai riset-risetnya," kata Dasco, dikutip dari merdeka.com, Minggu (27/3/2022).

Baca: Dokter Terawan Dipecat dari IDI, Ini Sederet Alasannya

Dia menmabahkan, idealnya sebagai sebuah organisasi profesi yang diberikan kewenangan cukup luas oleh UU Praktik Kedokteran, harusnya IDI bisa lebih mengayomi dan membina para anggotanya. Serta terbuka dengan berbagai inovasi dan kebaruan dibidang kesehatan, farmasi dan kedokteran.

“Inovasi yang kegaungkan oleh Terawan tentang vaksin nusantara, seharusnya mendapatkan apresiasi bukan malah dipecat. Karena itu bagian dari inovasi,” terangnya.
Baca: Mantan Meneteri Kesehatan Dokter Terawan Dipecat dari Keanggotaan IDIDasco meminta kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengatensi dan mengkaji rekomendasi yang keluarkan oleh MKEK IDI tersebut, terutama dari aspek hukum dan peraturan perundang-undangan."Saya tegaskan bahwa ini bukan hanya soal pak Terawan ya. Tetapi ini tentang masa depan dunia kedokteran kita, masa depan dunia farmasi kita, agar lebih mandiri dan berdikari. Jangan sampai sebuah inovasi atau prestasi yang harusnya diapresiasi, ini malah diganjar dengan sanksi," tegas Dasco. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Merdeka.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler