Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Wakil Presiden (Wapres) Ma`ruf Amin menyebut negara mengalami kerugian hingga Rp 300 trilun setiap tahunnya karena stunting atau anak gagal tumbuh. Selain itu, negara juga mengalami kerugian pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Ma`ruf Amin juga menyebut bahwa anak yang menderita stunting akan mudah mengalami penyakit tidak menular seperti jantung dan diabetes.

“Prevalensi kasus stunting di Indonesia saat ini tercatat di 24 persen. Sementara pemerintah menargetkan stunting turun hingga 14 persen pada 2024. Dengan demikian, pemerintah dalam dua tahun ke depan harus mampu menurunkan prevalensi stunting lebih dari 10 persen,” katanya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (26/3/2022).

Karena itu, peningkatan akses air minum dan sanitasi menjadi prioritas dalam upaya pemerintah mempercepat penurunan prevalensi stunting di Indonesia. Ditargetkan pada 2024, akses rumah tangga terhadap air minum layak tercapai 100 persen, sedangkan akses rumah tangga terhadap sanitasi layak tercapai 90 persen.

Baca: Percepat Penurunan Angka Stunting, BKKBN Gelar Sosialisasi RAN Pasti di Semarang
Namun, tren kenaikan cakupan layanan keduanya dalam tiga tahun terakhir ini tidak signifikan, yaitu di bawah tiga persen. Saat ini, rumah tangga dengan akses air minum layak baru mencapai 90,7 persen, sedangkan akses terhadap sanitasi layak sekitar 80,2 persen."Saya optimis, dengan kerja sama dan gotong royong di antara multifaktor, termasuk kalangan tokoh agama, insya Allah kita dapat menurunkan angka prevalensi stunting sesuai dengan target," ujarnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler