Kemenag Minta Warga Tidak Gaduh Apabila Terjadi Perbedaan Awal Ramadan
Murianews
Jumat, 25 Maret 2022 15:58:01
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Kementerian Agama (Kemenag) meminta kepada masyarakat muslim tidak gaduh ketika terjadi perbedaan awal Ramadan. Pasalnya, saat ini Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan, yakni pada 2 April 2022. Sementara pemerintah masih menunggu sidang isbat yang akan digelar pada 1 April mendatang.
Selain itu, Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi, awal bulan Ramadan akan jatuh pada 3 April 2022. Hal ini lantaran pada 1 April, ketinggian hilal hanya 2 derajat, sehingga tidak nampak di Indonesia.
Menanggapi hal itu, Dirjen Bina Masyarakat (Bimas) Islam (Kemenag), Kamaruddin Amin mengimbau umat Islam saling menghargai bila terjadi perbedaan awal Ramadan 1443 Hijriah tahun ini.
Baca: Badan Riset dan Inovasi Nasional Prediksi Awal Ramadan Jatuh Pada 3 April 2022
"Kalaupun terjadi perbedaan, kita berharap kita tetap bisa saling memahami dan menghargai," kata Kamaruddin, dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (25/3/2022).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi. (Pixabay)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Kementerian Agama (Kemenag) meminta kepada masyarakat muslim tidak gaduh ketika terjadi perbedaan awal