Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Bali - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pelaku UMKM yang mengurus Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) tidak perlu dipersulit oleh pejabat berwenang. Seharusnya mereka dipermudah agar usaha mereka dapat mengantongi SNI.

Hal ini lantaran Jokowi mendapatkan banyak keluhan para pelaku usaha terkait sulitnya mendapatkan sertifikasi SNI. Bahkan ada juga yang harus mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan sertifikat tersebut.

"Yang sering dikeluhkan SNI susah, SNI barang apa toh? (Katanya) sertifikatnya sulit, sertifikat apalagi? Buat sederhana, barang kita sendiri, jangan ruwet, mahal bayar sini, bayar sana," ujar Jokowi saat memberi pengarahan pada acara Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia yang digelar di Bali yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat presiden, Jumat (25/3/2022).

Baca: Jokowi Jengkel Ada Kementerian yang Impor Pensil hingga Kertas

Dia juga menegaskan, semakin ruwetnya aturan untuk mendapatkan SNI, tentunya akn berdampak pada kurangnya UMKM yang mempunyai SNI.

"Kapan UMKM (usaha mikro kecil menengah) kita dapat SNI kalau digitu-gituin. Dipermudah, biar semua bisa masuk ke e-katalog. Kalau ktia semangat semua seperti ini, UKM (usaha kecil menengah) kita tersenyum semua, UKM kita mau tidak mau berproduksi," tegasnya.

Jika demikian, maka proses investasi juga akan berjalan karena banyaknya permintaan produk akan sejalan dengan pendapatan UMKM. Apabila proses sertifikasi dipermudah, lanjut Jokowi, hal itu dapat menaikkan ragam produk dalam negeri yang berhasil masuk ke dalam e-katalog.Baca: Jokowi Marah-Marah Karena Instansi Pemerintah Banyak Beli Barang Impor  Presiden menjelaskan, saat ini sudah 161.000 produk Indonesia masuk dalam e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Sehingga Jokowi mentargetkan pada akhir 2022 harus ada 1 juta produk lokal masuk ke dalam e-katalog LKPP."Lompatannya harus begitu, kepala daerah ambil UKM-UKM kita yang baik-baik masuk ke e-katalog," tambah kepala negara. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Youtube Sekretariat Presiden

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler