Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Situasi pandemi Covid-19 yang terus membaik, membuat pemerintah memberikan kelonggaran menjelang bulan Ramadan. Salah satunya adalah dengan diperbolehkannya menjalankan salah tarawih secara berjemaah.

Kendati demikian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan arahan bahwa pandemic belum berakhir. Sekali pun pemerintah memperbolehkan salah tarawih berjemaah, tetapi warga harus tetap menaati protokol kesehatan.

"Pandemi belum selesai. Harus Tetap ikuti protokol kesehatan. Saf sudah bisa agak merapat tapi harus tetap pakai masker untuk menghindari diri dari yang OTG misalkan," kata Wakil Sekretaris MUI, M Ziyad Ziyad, dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (24/3/2022).

Selain itu, dia juga meminta bagi umat islam yang sedang sakit, alangkah lebih baik apabila tidak melakukan salat tarawih berjemaah di Masjid atau Musala. Sebab, kondisi tubuh yang kurang sehat akan sangat rentan terhadap virus corona.

Baca: MUI Minta Umat Islam Kembali Rapatkan Saf Salat Jamaah, Ini Penjelasannya

"Lalu kaum muslimin yang mungkin merasa sakit panas atau batuk-batuk, Ya sudah di rumah saja. Karena virus corona ciri-cirinya seperti itu. Sehingga memberikan keleluasaan bagi saudara kita yang sehat bisa beribadah," kata dia.Ziyad menyambut baik langkah pemerintah yang memberikan keleluasaan bagi umat Islam kembali beribadah tarawih di masjid. Karenanya, Ramadan tahun ini seharusnya menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk terus meningkatkan ibadahnya."Dengan memberikan ruang ini sebagai kegembiraan spiritual bagi kaum muslimin setelah 2 tahun pandemi yang fluktuatif mencemaskan itu kita menahan diri beribadah di rumah masing-masing," kata Ziyad. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler