Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Bareskrim Polri membeberkan kerugian yang dialami oleh korban robot trading bodong Fahrenheit. Tak tanggung-tanggung, korban dalam hal ini mengalami kerugian hingga ratusan miliar.

Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Ma'mun mengatakan, nilai ratusan miliar tersebut didapatkan setelah melakukan pemeriksaan terhadap 18 korban yang melapor.

"Dari 18 orang itu, baru ratusan miliar rupiah (kerugiannya)," kata Ma`mun, dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (23/3/2022).

Baca: Polisi Tangkap Hendry Susanto, Bos Robot Trading Bodong Fahrenheit 

Padahal, lanjutnya, korban diduga tidak hanya 18 orang yang melapor, tetapi ada lebih dari itu. sehingga, dimungkinkan total kerugian dari robot trading Fahrenheit ini bisa lebih banyak lagi.

Penyidik belum mengetahui secara rinci mengenai total kerugian para korban dalam perkara ini. Menurutnya, nilai itu dapat terus bertambah seiring proses penyidikan berlangsung.

"Jadi satu kelompok itu ada 15, ada 20 orang, ada 100 orang, macam-macam," jelasnya.
Menurutnya, penghitungan kerugian korban pun nantinya akan dilakukan oleh para ahli sehingga mendapat angka yang pasti.Baca: Polisi Tetapkan Empat Tersangka dalam Kasus Investasi Bodong Robot Trading Fahrenheit"Karena itu kan kadang-kadang korban itu melaporkan kerugian digede-gedein. Padahal dihitung dengan cuan-nya, dengan untungnya, padahal enggak begitu," ucap dia.Sementara saat ini, polisi telah menetapkan bos aplikasi Fahrenheit, yakni Hendry Susanto sebagai tersangka dan sudah ditahan oleh polisi. Ia berperan sebagai Direktur dari perusahaan PT FSP Akademi Pro yang mengelola aplikasi Fahrenheit. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler