Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, memastikan tidak ada kenaikan tarif dasar listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite tahun ini. Sekali pun harga komoditas energi tengah melonjak, tetapi pihaknya akan tetap mempertahankan lstrik dan pertalite dengan berbagai pertimbangan.

Sri Mulyani memberikan alasan ikhwal tidak menaikkan tarif dasar listrik dan pertalite adalah untuk menghindari terjadinya market shock dan mempertimbangkan daya beli masyarakat. Jika dilakukan kenaikan, dikhawatirkan pertumbuhan ekonomi akan jeblok.

Hal ini mengingat saat ini pemerintah sedang berusaha keras untuk Peningkatan Ekonomi Nasional (PEN). Tingkat pertumbuhan ekonomi ini, menurutnya harus didukung penuh agar bisa tercapai.

Baca: Pertalite dan Pertamax di Banyak SPBU Kudus Kosong, Pertamina: Sedang Pengiriman 

"Market shock kalau komoditas untuk oil dan gas dan listrik itu adalah administer price. Pilihannya adalah kalau kita shock dari kenaikan bahan bakunya ini diteruskan ke masyarakat, naiknya tinggi langsung jeblok konsumsinya. Maka sampai hari ini listrik nggak naik," kata Sri Mulyani, dikutip dari detik.com, Selasa (22/3/2022).

“Kemudian fuel price, BBM kita nggak naik. Pertamax sudah terkena karena itu kelompok masyarakat kaya yang konsumsi, tapi Pertalite tidak diubah, Premium sudah hilang sekarang," tambahnya.
Baca: Pertamax dan Pertalite Laris, Pengecer Bakal Dilarang Jual PremiumSri Mulyani menyatakan bahwa ekonomi dunia tak terkecuali Indonesia bak diserang badai. Harga-harga komoditas menjulang tinggi seperti batu bara, nikel, hingga minyak dan gas bumi."Jadi ini kayak kena badai semua dan pada saat ekonomi sedang tertatih-tatih dari pandemi sehingga belum kuat untuk bangkit," terang Sri Mulyani. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler